BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Suhefi, Warga St. Badarudin II Kelurahan Susunan Baru, Tanjungkarang Barat Bandar Lampung dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara 16 tahun penjara atas kepemilikan barang haram jenis sabu 5,0904 gram.

Dalam surat tuntutan jaksa menyebutkan jika perbuatan yang dilakukan terdakwa melanggar pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, terdakwa kata jaksa, tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk menjual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman.



"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Suhefi dengan pidana penjara selama 16 tahun, selain itu terdakwa diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp1 Miliar  subsider 6 bulan. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Novianti dan Salbiah (Istri Usuf Napi Lapas Way Huwi) masing-masing pidana penjara 1 tahun pidana," kata Jaksa Patria di persidangan kemarin.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa Suhefi berawal pada Minggu 25 Februari 2018 dimana saat itu dia dihubungi oleh Usuf (sedang menjalani hukuman di Lapas Way Huwi) dalam pembicaraan melalui telfon Usuf menawarkan pekerjaan menjual dan kepada terdakwa, mendengar tawaran tersebut terdakwa mengiyakan.

Lalau selanjutnya terdakwa disuruh mengambil barang dimana tempat barang tersebut telah diberitahukan oleh Usuf kepada terdakwa. "Terdakwa kemudian menuju parkiran mobil di Jalan Tamin untuk mengambil sabu paket besar kepada orang yang tidak dia kenal atas suruhan Usuf," kata Jaksa Patria.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR