BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikbud Bandar Lampung, Khairul Athar mengatakan pengawasan terhadap implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai beban kerja bagi guru selama 37,5 jam dalam satu pekan, ada pada kepala dan pengawas sekolah.

Menurutnya, kepala dan pengawas sekolah memiliki peranan penting dalam mengawasi aktivitas guru selama berada di sekolah mulai dari kehadiran di pagi hari hingga kepulangan di sore hari.



“Terutama kepala sekolah yang mempunyai peranan penting dalam mengawasi guru karena kepala sekolah berada dalam satu atap sekolah. Selain itu tanggung jawab pengawasan juga dilakukan oleh pengawas sekolah ditiap kecamatan,” ujar dia, Rabu (5/9/2018).

Ia mengatakan, dalam mengevaluasi penerapan beban kerja guru terhadap guru, pihak sekolah dapat melihat dengan mencetak hasil kehadiran guru melalui mesin sidik jari yang terpasang di sekolah.

“Setiap bulan sekolah akan mencetak hasil kehadirian guru melalui mesin sidik jari. Dari sana akan diketahui hasilnya guru mana saja yang sudah menjalankan dan belum. Hasil itu juga akan diserahkan ke Disdikbud di tempat guru bekerja,” kata dia.

Ditambahkannya juga, kehadiran guru dari mesin sidik jari juga akan diketahui oleh Kemendikbud karena tersambung melalui saluran internet. “Mesin sidik jari itu juga terintegerasi ke pusat, karena guru yang memperoleh sertifikasi jamnya akan dihitung melalui absensi,” kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR