KALIANDA (Lampost.co) -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Selatan, menyebut pengawas TPS merupakan ujung tombak dalam pengawasan ditingkat TPS. Sebab, mereka yang akan menjadi bersentuhan langsung saat pemungutan dan penghitungan berlangsung. 

Hal itu dikatakan Kordiv SDMO Panwaslu Lampung Selatan Hendra Fauzi, yang mewakili Ketua Panwaslu Khoirul Anam saat memberikan sambutan dalam rakor pengawasan tahapan pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil perolehan suara pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2018 di Negeri Baru Resort Kalianda, Selasa (12/6/2018).



"Pengawas TPS ini merupakan jantung dalam pelaksanaan Pilgub. Pengawas TPS adalah ujung tombak dalam pengawasan. Jadi, Pengawas TPS harus benar-benar mengawasi pencoblosan dan penghitungan agar jangan sampai ada pelanggaran," kata dia. 

Selanjutnya, Hendra Fauzi mengharapkan kepada anggota Pengawas TPS agar bisa menjalankan tugas dan fungsinya untuk menghindari terjadinya kecurangan pada saat pencoblosan maupun pendistribusian logistik.

"Inti dari pelaksanaan Pilgub ini adalah saat pemungutan dan penghitungan suara. Jadi, para Panwascam diharapkan benar-benar dapat membimbing para pengawas TPS," ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Kordiv PHL Panwaslu Lamsel Fakhrur Rozi. Dia mengatakan Pengawas TPS juga bertanggung jawab mengawasi pendistribusian logistik dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

"Selain itu, jika ada temuan kecurangan seperti money politik bisa dilaporkan ke Panwaslucam dengan diperkuat alat bukti yang cukup," katanya. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR