JAKARTA (Lampost.co)--Perisitwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kembali menjerat H.M. Romahurmuziy, Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan yang juga menjadi anggota Komisi XI DPR, dinilai sebagai tamparan sekaligus menyibak kembali wajah kelam perpolitikan Indonesia.

“Seakan para politikus bangsa ini tidak pernah belajar dari peristiwa dan sejarah yang telah lalu-lalu” ujar Peneliti bidang Hukum The Indonesian Institute, Muhammad Aulia Y. Guzasiah, dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Aulia, akrabnya, menyatakan bahwa perihal permasalahan korupsi, khususnya terkait korupsi politik, merupakan penyakit bangsa yang sampai hari ini tidak pernah mendapatkan langkah konkrit untuk diobati.



Adapun dari pihak legislator, yakni DPR, menurutnya, secara kelembagaan tidak pernah serius memberikan perhatian khusus pada permasalahan ini.
“Padahal di pihak inilah, beberapa oknum legislator dapat dikatakan tidak sedikit terjaring tindak pidana korupsi, jika mengingat pemberitaan-pemberitaan yang telah ada”, lanjutnya.

Kedepan, menurutnya, bukan hanya DPR yang secara kelembagaan harus berbenah dan merefleksi diri terhadap perisitwa ini, namun juga bagi partai politik yang menjadi tombak penentu terhadap suasana dan iklim perpolitikan yang sehat di parlemen.
Ia berharap agar peritiwa OTT ini tidak turut memperkeruh suasana pemilu yang bukan tidak mungkin berujung pada gerakan kekecewaan berbentuk golput secara masal dari masyarakat. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR