JAKARTA (Lampost.co)--Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti angkat bicara soal keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyampaikan materi debat kepada dua pasangan capres sebelum debat dimulai. Ia menyebut sikap KPU tersebut terlihat ambigu karena menuruti keinginan peserta pemilu untuk memberikan materi debat kepada kedua pasangan calon.

Mengherankan memang jika KPU terlalu mendengar apa keinginan peserta pilpres. Tentu saja sikap ini bukan sesuatu yang buruk. Tapi jika segala hal harus disesuaikan dengan keinginan dua pasangan capres, posisi KPU malah terlihat lemah, ambigu, dan tidak punya sikap dalam menghadapi keduanya," kata Ray dalam keterangan resminya, Minggu (6/1/2019).



Ia juga menambahkan dengan seluruh materi yang akan ditanyakan sudah terlebih dahulu diserahkan kepada pasangan capres membuat posisi KPU tidak jelas. "Posisi KPU tidak jelas sebagai lembaga penentu kebijakan teknis pelaksanaan pemilu/pilpres. Mereka terlihat seperti malah tidak punya desain sendiri yang bisa diajukan dan ditawarkan kepada kedua pasangan capres," ujarnya.

Ray menilai KPU harus punya desain dan pikiran yang bisa ditawarkan kepada kedua pasangan dan bahkan pada tingkat tertentu memastikan posisi KPU dalam titik tertentu tidak berubah.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR