BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Berita bohong atau hoaks menjadi ancaman serius dalam konstelasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Bupati/Wakil Bupati Tanggamus serta Lampung Utara 27 Juni 2018.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Lampung, Robi Cahyadi Kurniawan, mengatakan berita hoaks masuk dalam kategori kampanye hitam (black campaign) dalam teori politik. Hal tersebut prilaku yang tercela dan merusak marwah pesta demokrasi.
"Berita hoaks itu informasinya tidak akurat, palsu, penuh kebohongan bahkan bermaksud menjatuhkan lawan politik dengan cara yang nista," katanya kepada Lampost.co, Kamis (5/4/2018).
Ia mengatakan dampak bagi pemilih akan terbagi dua. Pertama, untuk pemilih cerdas yang gemar membaca dan mengikuti informasi politik tidak akan berpengaruh apa-apa karena pemilih mengerti mana yang hoaks atau tidak.
"Kedua, untuk pemilih tradisional yang tidak bersentuhan dengan informasi dari media baik konvensional maupun internet. Hal ini dapat menimbulkan mis persepsi akibat berita hoax tersebut," kata Doktor (S3) Lulusan Universitas Padjajaran ini.
Menurutnya, masyarakat perlu diberitahu melalui sosialisasi dan pendidikan yang tepat tentang berita hoax dengan mengedukasi melalui penyelenggara pemilu dan organisasi masyarakat sipil.
"Cara paling aman menangkal hoaks adalah mencari info sebanyak-banyaknya tentang suatu berita, membandingkan, mengevalusi apkah benar info itu. Bila ternyata hoax jangan latah menyebarluaskan kepada pihak lain. Jika ada bukti kuat agar dilaporkan ke pengawas pemilu," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR