BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Aparat Polsek Tanjungkarang Timur yang menangani perkara asusila sodomi dengan terlapor M (12), dengan korban yang diduga 5 orang yakni MA (9), MF (6), NF (8), FA(10), dan R (11), harus benar-benar teliti dalam menangani perkara tersebut. Kejadian tersebut berlangsung pada (Sabtu (29/9/2018) di salah satu masjid setempat.

Pengamat Hukum Unila Wahyu Sasongko mengatakan jika memang ada perkara yang ditangani dan korban enggan berdamai, maka aparat harus melakukan pemeriksaan perkara sesuai prosedur. "Walau mediasi ada, tapi kalau ada korban yang merasa dirugikan, aparat wajib mengusut. Walau ini perkara anak baik pelaku dan korban," katanya, Kamis (4/10/2018).



Kemudian aparat harus berhati-hati dan jeli memilih instrumen hukum yang tepat, yakni yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pada Pasal 21 undang-undang tersebut, dalam hal anak belum berumur 12 (dua belas) tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana, maka Penyidik, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional mengambil keputusan untuk menyerahkan kembali kepada orang tua/wali; atau mengikutsertakannya dalam program pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan di instansi pemerintah atau LPKS di instansi yang menangani bidang kesejahteraan sosial, baik di tingkat pusat maupun daerah, paling lama enam bulan.

"Bisa saja diversi tak ditahan, jika anak berumur 12 tahun. Tapi penyidikan harus tetap berjalan, perlu ada pembuktian dan wajib didampingi Bapas untuk memberikan masukan soal perkara anak tersebut," katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur Aiptu Aan Suhendar mengatakan saat ini dari lima korban, baru korban pelapor yang diperiksa dan telah diambil hasil visumnya.

"Korban yang lain atau yang lama, sedang dipanggil. Baru satu korban aja, korban yang lama sedang dipanggil. Visum juga sudah dikirim tapi hasil enggak mungkin kelar cepat, proses masih tetap berjalan," katanya.

Dalam perkara tersebut aparat masih mengedepankan hak korban dan pelapor, serta status mereka yang masih anak-anak. "Masalah (diversi) atau tidak, ya kita perhatikan hal-hal seperti itu jika sudah rampung pemeriksaannya," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR