BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung menggelar debat publik ketiga, pasangan calon Guburnur dan Wakil Gubernur Lampung tahun 2018, di hotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat (11/5/2018) malam, dengan pengamanan ketat.

Debat publik yang terakhir ini, KPU Lampung mengundang empat pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, yakni M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri, Herman HN - Sutono, Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim, dan Mustafa - Ahmad Jajuli.
Pada debat publik kali ini, sistem pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian Daerah Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan TNI, ini dilakukan di luar dan di dalam arena debat, guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses debat publik.
Kepala Biro Operasional (Karoops) Polda Lampung, Kombespol Yosi Hariyoso di sela-sela melakukan pengamanan kepada lampost.co, Jumat (11/5/2018) malam mengatakan ada 775 personel yang diturunkan pada debat publik ketiga ini.



Diterangkan Yosi, sejumlah personel yang diturunkan dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung, diantaranya berasal dari satuan lalu lintas, pengendalian massa, brigade mobil, intelijen keamanan, provos, pengamanan objek vital, tangkal, hubungan masyarakat dan dibantu sejumlah personil dari TNI.
Yosi mengatakan, selain pendukung masing-masing calon berada diarea debat publik, pendukung yang di luar juga diberikan ruang khusus tepatnya di halaman hotel guna menyaksikan jalannya debat di dalam gedung.
"Alhamdulillah, berjalannya debat publik yang terakhir ini semua pendukung dari masing-masing calon disiplin dan tertib, sehingga sistem pengamanan yang diterapkan kami berjalan efektif dan kondusif," kata dia.
Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggona, meminta kepada pendukung masing-masing calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung menikmati jalannya debat publik yang mengusung tema Politik, Hukum, dan Keamanan mempunyai tradisi yang disebut sebagai pohon demokrasi. 

"Kalau debat publik ini diibaratkan seperti pohon demokrasi, tentunya jalannya debat akan tumbuh seperti pohon yang rindang dan mempunyai peradaban baik, sehingga proses demokrasi yang disaksikan pendukung masing-masing calon dinikmati dengan baik," kata dia.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR