BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Suminem (71) alias Mbah Sempok, warga Jalan Imam Bonjol, gang Sejahtera, Kemiling, Bandar Lampung, akhirnya harus menuntaskan aksinya sebagai dukun aborsi.

Nenek renta tersebut Selain membuka usaha jasa urut, dan penglaris sejak tahun 1984. Ternyata tiga tahun belakangan ini membuka praktek aborsi terselubung.



Kendati sudah menjadi tersangka pidana pasal 194 jo pasal 75 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dan diancam pidana paling lama 10 tahun, nenek transmigran dari Pulau Jawa tersebut, tidak serta merta menampakan wajah takut.

Baca juga: Sudah Tiga Tahun Beroprasi, Diduga Dukun Aborsi Dibekuk Polisi

Senyum ceria tetap muncul pada wajah nenek tersebut, bahkan ketika disamping aparat kepolisian, Selasa (8/5/2018) si nenek yang menggunakan masker dan seragam tahanan orang.

"Saya mah awalnya urut, tapi belakangan ini, ada yang dateng minta (aborsi)," ujar Suminem di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (8/5/2018).

Mbak Sempok mengakui ia hanya mau melayani janin yang maksimal berusia dua bulan untuk digugurkan. Usai beraksi, janin pun akan dibuang oleh para pasiennya, bukan oleh sang Nenek.

"Saya mah cuma nolong aja, itu juga janin yang baru segede gini (sejempol)," katanya.

Dalam berpraktek, ia juga menggunaan ritual-ritual, serta benda-benda mistis seperti dua bilah keris, besi, batang pohon jarak. Kemudian dalam menggugurkan kandungan, ia juga menggunakan tablet penggugur kandungan, yang ia dapat belakangan ini dari beberapa pasiennya.

"Ya saya pake doa, minta sama Gusti Allah. Terus ada obat juga, itu beli online orang yang pernah ke sini," kata nenek 7 anak itu.

Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, dalam beraksi selama tiga tahun belakangan ini, sang nenek mendapat upah Rp1,5-2 juta per pasien. Hingga Dibekuk pada Jumat (4/5) lalu di kediamannya, sudah ada 30 pasien yang menggugurkan kandungan. Dalam beraksi, tersangka hanya butuh waktu lima menit. 

"Rata-rata mahasiswa sama pasangan, ada juga yang pegawai, range umur 19-25 tahun," kata Murbani di Mapolresta Bandar Lampung.

Murbani juga masih melakukan Lidik terhadap dugaan adamya praktek lain, yang bisa menggugurkan janin. Penangkapan Mbah Sempok, sendiri berdasarkan adanya laporan dari masyarakat, kemudian unit PPA melakukan Lidik.

"Jadi memang ada praktek umum, tapi aslinya, aborsi," kata mantan Kapolres Magelang itu. 

 

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR