BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jalan tol trans-Sumatera (JTTS) direncanakan akan difungsikan menghadapi arus mudik-balik Lebaran tahun 2018. Namun, penggunaan kegiatan strategis nasional itu dipastikan belum dilengkapi dengan penerangan dan rambu pelengkap. Sebab, pengadaan fasilitas itu dilakukan secara paralel dengan kontruksi proyek.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Qudrotul Ikhwan menjelaskan menghadapi arus mudik Lebaran dipersiapkan dari berbagai instansi sesuai ranah kewenangannya. Khusus bagi wilayah jalan tol menjadi kebijakan pemerintah pusat dan pengelola JTTS.



"Kalau jalan tol ranahnya bukan di provinsi. Kalau pun menjadi kewenangan provinsi, kami belum ada penganggaran kesana. Jadi kami tidak ada program pengadaan penerangan di jalan tol. Namun, kami tetap ada koordinasi dengan pengelola JTTS," kata Qudrotul kepada Lampost.co, Minggu (13/5/2018).

Dalam penerangan, lanjutnya, akan dibangun secara paralel bersama kontruksi jalan, jembatan, dan fasilitas, serta sarana prasarana lainnya, seperti ada bagian yang membangun kontruksi jalan dan pemasangan lampu. Artinya, jika jalan tol yang sudah dinyatakan siap untuk dilalui maka sudah dilengkapi dengan penerangan.

"Paralel itu artinya terbangunnya secara berbarengan. Ada yang membangun jembatan, lampu, ada juga yang membangun pergerakan. Nanti saat jalan tol itu dinyatakan layak untuk beroperasi jadi semua itu sudah siap. Kalau sekarang itu kan belum dinyatakan layak beroperasi, makanya wajar jika tidak ada lampunya," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR