LIWA (Lampost.co) -- Pemkab Lampung Barat tahun ini menargetkan pendapatan yang bersumber dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar Rp75 juta. Hingga akhir triwulan ketiga pada 31 Maret lalu, target tersebut telah tercapai Rp12 juta atau 16,2 persen.

Kabid perizinan Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Lambar A Gustian Afrinza mendampingi Kadis Ahmad Hikami, Kamis (5/4/2018), mengatakan target retribusi IMB sebesar Rp75 juta itu dibagi per kecamatan dengan jumlah masing-masing kecamatan bervariasi. Dari jumlah itu hingga akhir Maret lalu secara keseluruhan baru terealisasi Rp12 juta.



Target paling tinggi adalah Kecamatan Balikbukit yaitu Rp11 juta dan telah terealisasi Rp1,6 juta (14,96%). Hal ini dikarenakan dilihat dari kondisi perkembangan pembangunan.

Kemudian Kecamatan Sumberjaya dan Waytenong masing-masing ditargetkan Rp8,5 juta. Untuk Sumberjaya hingga akhir Maret lalu baru terealisasi Rp420 ribu atau 4,94% dan Waytenong terealisasi Rp1,5 juta (18,64%).

Kecamatan Sekincau ditarget Rp7,5 juta dan telah terealisasi Rp4,7 juta (63,85%). Kecamatan Kebuntebu ditarget Rp4,8 juta terealisasi Rp1,9 juta (40,25%) dan lain sebagainya.

Sebaliknya, kecamatan yang realisasinya masih minim bahkan masih kosong yaitu Kecamatan Airhitam, Batubrak, dan Suoh dengan target masing-masing Rp3,2 juta. Lalu Kecamatan Pagardewa dengan target Rp3,3 juta. Kecamatan Belalau Rp4 juta, Lumbok Seminung Rp2,8 juta.

"Ada 6 kecamatan lagi yang realisasinya masing kosong dari target yang ditetapkan," kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR