MENGGALA (Lampost.co) -- Warga Kecamatan Banjarbaru digemparkan dengan penemuan mayat terapung di aliran sungai setempat. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga saat hendak berangkat ke kebun.

Kepala Kampung Balaimurni Jaya, Kecamatan Banjarbaru Yukanan membenarkan, penemuan mayat tersebut. Mayat pertama kali ditemukan warga yang hendak berangkat ke kebun dengan posisi tertelungkup di dalam aliran sungai kampung setempat mengenakan pakaian celana dasar dan baju kaos. Dia mengaku korban merupakan warganya.



"Iya, tadi pagi sekitar jam 7.00 WIB. Yang pertama kali nemuin itu orang tua panggilannya Abah. Saat itu Abah mau lihat tanaman timun pas lewat di tanggul lihat korban sudah terapung. Korban atas nama Syahlan berumur 52 tahun, merupakan warga kita sendiri," kata dia, kepada Lampost.co, Selasa (31/7/2018).

Dia menuturkan korban diketahui mengidap penyakit efilepsi. Dia menduga ketika korban melintas ditanggul sungai saat penyakit yang diidapnya kambuh dan terpeleset ke dalam sungai.

"Korban emang mempunyai penyakit ayan. Korban itu sering ngeluyur jalan aja, pas jalan di tanggul kolam penyakitnya kambuh, jatuh ke air tenggelam. Diduga kejadian kemarin sore sekitar jam 04.00 WIB," katanya.

Dia menjalaskan, dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian dan tenaga medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Kemudian atas permintaan keluarga, korba langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.

"Tadi udah di visum dokter dan kepolisian enggak ada tanda-tanda kekerasan. Jasad sudah dibawa pulang keluarga dan sudah dimakamkan, karena memang seluruh warga tau kalau korban punya penyakit ayan," kata Yukanan.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR