SUKADANA (Lampost.co) -- Penemuan dan pengobatan warga penderita penyakit tuberculosis (TBC) hingga memasuki bulan ketiga triwulan II  2018 baru mencapai sekitar 275 penderita orang atau 13,7% dari total target minimal penemuan dan pengobatan penderita pada 2018 sejumlah 2013 penderita.

Karena itu, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) kini terus bekerja keras turun ke lapangan dalam rangka menjaring dan menemukan warga penderita TBC lainnya.



Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamtim, Samsyu Rizal, melalui Kepala Bidang P2P, Sartono, menjelaskan, selain sejumlah penyakit lainnya, pemberantasan penyakit TBC juga mendapatkan prioritas dari pemerintah. Pemberantasan penyakit tersebut mendapatkan prioritas karena penyakit TBC tergolong cukup berbahaya sebab disamping cepat menular juga bisa mengakibatkan kematian bagi penderita jika tidak ditangani secara intensif.

“Karena itulah pemerintah memperioritaskan pemberantasan penyakit TBC tersebut,” ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (30/5/2018).

Untuk mengejar target itu, kata dia, pihaknya sejak Januari 2018 sudah menerjunkan para petugas P2P ke lapangan dan meminta seluruh puskesmas di Lamtim untuk aktif dan giat mencari serta mengobati para penderita TBC.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR