BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Halo sahabat reporter cilik Lampung Post! Bagaimana kabar kalian? Apakah sudah bagi rapor dan memasuki masa libur? Wah, pasti senang ya rasanya bisa menikmati hari libur yang amat panjang. Libur hingga awal Januari 2018, tentu banyak sekali kegiatan dan kesenangan yang bisa kita lakukan bersama orang tua dan teman-teman.
Namun walaupun libur, bukan berarti kita setop belajar. Tiga reporter cilik Lampung Post akan berbagai pengalaman dan pengetahuan dengan sahabat. Beberapa waktu lalu, reporter cilik Lampung Post berkesempatan mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro Ria Andari.
Saat wawancara, Ria menjelaskan sejumlah hal menarik. Salah satunya kegiatan pendidikan bersama siswa difabel dan PAUD. Keduanya memiliki keistimewaan tersendiri sehingga menuntut perhatian khusus.
Sahabat, ternyata pendidikan itu amat penting. Dengan kreativitas dan inovasi, pendidikan bisa diberikan melalui cara-cara menyenangkan dan menghibur.
Apakah sahabat ingin mengetahui lebih dalam tentang manfaat pendidikan? Mari simak wawancara reporter cilik berikut.

Assalamualaikum, selamat sore, Ibu. Perkenalkan kami adalah reporter cilik Lampung Post. Saya Ramania Maulida Safa, Werly Shofa Mardiah, dan Laura Angelyna. Kami ingin mewawancarai Ibu tentang tujuan dan manfaat pendidikan.



Waalaikumsalam anak-anak yang cantik. Senang sekali bisa berjumpa dan diwawancarai. Silakan apa saja yang kalian ingin ketahui?

Bu, apa tujuan pendidikan?

Ya, terima kasih atas pertanyaannya. Menurut Ibu, pendidikan bertujuan membentuk insan bermartabat. Pendidikan mengasah dan mengembangkan bakat serta potensi. Salah satu wahana pendidikan formal adalah sekolah. Di sana, tenaga pendidik dan kependidikan mengajari siswa tentang ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai karakter.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan  pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Jadi tujuan pendidikan amat luhur.

Apa tantangan pendidikan saat ini?

Tantangan terbesar pendidikan adalah membentuk generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Di tengah arus globalisasi saat ini, tenaga pendidik dan kependidikan, serta orang tua dan masyarakat harus bersinergi untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Guru sebagai pendidik berperan penting membentuk nilai-nilai karakter siswa. Melalui bimbingan guru, siswa diajari taat pada tata tertib sekolah, hormat kepada guru, dan berperilaku sopan kepada teman.
Guru ialah figur penting yang menjadi panutan bagi siswa untuk berperilaku baik. Tidak cukup hanya cerdas, bangsa ini membutuhkan anak-anak berakhlak mulia.

Apa saja karakter yang harus dimiliki siswa?

Idealnya ada 18 nilai karakter, antara lain religius, jujur, toleran, disiplin, mandiri, demokratis, cinta Tanah Air, cinta damai, dan peduli sosial. Kalian akan menjadi pemimpin saat Indonesia emas pada 2045. Nilai-nilai tersebut amat penting dimiliki oleh para pemimpin yang akan membawa bangsa ini makin maju. Generasi bangsa dididik tumbuh dan berkembang dengan karakter yang berpedoman pada nilai luhur bangsa.

Bagaimana meningkatkan angka partisipasi kasar?

Angka partisipasi kasar untuk PAUD masih minim. Banyak orang tua, terutama di perdesaan yang menganggap PAUD kurang penting. Padahal PAUD amat penting bagi perkembangan anak. Ada pula kecenderungan lulus SMP tidak lanjut ke SMA karena harus membantu orang tua bekerja mencari nafkah.
Masyarakat harus paham pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk masa depan. Selain itu, bagi yang sudah sekolah, harus menyelesaikannya hingga tamat. Kalian harus jadi orang-orang yang cinta pendidikan ya, agar masa depan gemilang.

Apakah karakter generasi muda memengaruhi kemajuan bangsa?

Ya, tentu saja. Salah satu karakter, cinta Tanah Air amat berpengaruh bagi pembangunan. Jika mencintai bangsa ini, tentu semua hal baik akan kita lakukan demi mengharumkan Tanah Air. Misalnya dengan belajar yang tekun agar bisa menjadi juara dalam berbagai kejuaraan hingga tingkat internasional. Salah satu upaya membangun cinta Tanah Air adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara dan pembukaan acara resmi lainnya.

Apa nasihat Ibu untuk kami?

Jadilah insan yang penyayang, mulai dari rumah. Sayangi orang tua dan saudara. Bawalah itu ke sekolah dan masyarakat. Sayangi dan hormati orang lain agar hidup kalian penuh damai. Selain itu, jadilah insan yang berintegritas, mandiri, pekerja keras.
Terima kasih atas wawancara ini. Kami doakan Ibu selalu sukses dan makin amanah mengemban tugas. Sebelum pamit kami ingin menunjukkan yel-yel. Reporter cilik Lampung Post, berani bertanya untuk memberi tahu dunia, yes

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR