BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Penerapan pendidikan karakter masih diutamakan di lingkungan pendidikan anak usia dini Aisyiyah. Sebab, pendidikan karakter merupakan hal utama dalam membentuk kepribadian seorang anak agar kelak tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia.
Ketua Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Bandar Lampung Elly Fitri mengatakan penerapan pendidikan karakter mempunyai makna yang tinggi karena para guru diharapkan tidak sekadar mendidik secara moral, tetapi menanamkan tentang kebiasaan baik sehingga tertanam sejati di hati setiap peserta didik sebagai dasar dalam membangun kehidupan nyata.
“Kami dari IGABA selalu menanamkan pendidikan karakter di seluruh peserta didik, khususnya TK Aisyiyah di kota ini, tidak lain adalah wujud dalam membangun manusia berakhlak mulia yang berlandaskan islami sebagai fondasi atau tuntunan dalam menjalani kehidupannya,” kata Elly pada kegiatan Gebyar Anak Saleh di gedung PKOR Way Halim Bandar Lampung, Jumat (8/12/2017).
Menurut dia, pendidikan karakter yang diterapkan pada usia dini dapat dilakukan melalui hal sederhana seperti mengenalkan pengetahuan agama, melalui menghafal surah pendek Alquran dan hadis beserta artinya, serta membangun toleransi antarsesama melalui strategi pembelajaran yang menyenangkan di lingkungan sekolah.
“Mengajarkan siswa usia dini berbeda dengan usia sekolah lainnya, untuk membangun karakternya cukup dilakukan melalui strategi belajar yang menjadi kesenangan anak, seperti mengajarkan sesuatu dengan cara bermain dan bernyanyi bukan secara formal,” ujarnya.
Elly menuturkan pendidikan yang diberikan sejak usia dini melalui nilai-nilai karakter adalah salah satu penentu dalam keberhasilan pendidikan suatu bangsa karena kepintaran seseorang tidaklah cukup sebagai dasar membangun bangsa tanpa diiringi jiwa yang berakhlak dan berkarakter.
“Tolok ukur dasar mendidik siswa adalah melalui pola pendidikan karakter karena di usia produktif pada 30—40 tahun mendatang, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya sekarang saat usia dini," kata Elly.

Membangun Komunikasi



Ketua Panitia Moh Muhdir mengatakan kegiatan Gebyar Anak Saleh yang diikuti 1.376 siswa TK Aisyiyah se-Bandar Lampung tersebut diisi kegiatan salat duha berjemaah dan perlombaan kolase antara siswa, orang tua, dan guru.
Kegiatan tersebut, menurut Muhdir, bertujuan terus membumikan pendidikan karakter di lingkungan Aisyiyah. Sebab, menurut Kepala TK Aisiyah I Labuhanratu, Bandar Lampung itu, Aisyiyah merupakan lembaga yang sejak awal mengusung pendidikan karakter sebelum konsep tersebut semakin membumi.
Seperti saat mengajak ribuan siswa salat duha berjemaah, menurut Muhdir, pihaknya ingin menekankan beribadah sebagai karakter syukur kepada Allah swt tidak hanya dapat dilakukan ketika di masjid atau di rumah, tetapi juga harus selalu dilakukan di mana pun, termasuk di arena terbuka sekalipun.
Selain itu, dengan pelibatan para orang tua dan guru mendampingi siswa berkegiatan, menurut Muhdir, menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang baik. "Komunikasi yang baik adalah kunci utama penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini," kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR