MENGGALA (Lampost.co) -- Tiga bulan berlalu, aksi perampokan dengan modus pecah kaca yang menimpa oknum Kepala Kampung Sidomekar, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang, menemui jalan buntu.

Perampokan yang terjadi di Jalan Ethanol, Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, tepatnya di depan Toko Aiger, Kamis (13/12/2018) sekira pukul 12.30 WIB itu, para perampok berhasil menggasak uang Rp173 juta lebih. Uang tersebut merupakan dana penghasilan tetap (Siltap) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) Sidomekar yang baru selesai dicairkan di salah satu bank swasta yang berada di wilayah Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.



Pekerjaan rumah Kepolisian Resor Tulangbawang bertambah. Kasus yang sama kembali terulang direntan waktu yang tidak terlalu jauh. Bahkan, lokasi perampokan kedua ini juga cukup dekat dengan lokasi pertama, karena hanya berjarak sekitar 700 meter atau tepatnya berada di Warung Martabak King Jalan Ethanol, Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, Senin (4/2/2019) sekira pukul 15.28 WIB.

Para perampok berhasil menggasak uang senilai Rp60 juta milik I Gusti Putu Raka (41) warga Tiyuh Mulyojadi RT 06 RW 02, Kecamatan Gunungterang, Tulangbawang Barat raib digondol perampok.

Dua kasus perampokan yang terjadi di Jalan Ethanol Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung dan tengah ditangani Aparat Kepolisian Resor Tulangbawang itu hingga kini masih mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi melalui Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mengaku, hingga saat ini pihaknya masih berupaya memburu para pelaku perampokan. "Perkembangan masih melacak dimana persembunyian para pelaku," kata Rahmin, kepada Lampost, Senin (11/3/2019).

Disinggung terkait kesulitan yang dialami petugas dalam pengungkapan kasus tersebut. Rahmin menjelaskan, pihaknya belum mendapati keterangan saksi yang mengarah ke pelaku. Selain itu, dari hasil rekaman CCTV yang didapat juga tidak nampak jelas. "TKP yang di depan Martabak King sudah lima saksi diperiksa. Tetapi keterangan saksi belum ada yang mengarah ke pelaku. Dari keterangan para saksi tidak mengetahui siapa pelakunya. Hanya membenarkan bahwa ada kejadian tersebut. Hasil cek cctv juga tidak jelas. Dua kasus itu sama masih penyelidikan," kata Rahmin.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR