SPIDERMAN merupakan tokoh ciptaan manusia yang diidentikkan dengan pahlawan, penolong, dan menjaga kebenaran. Tapi jika justru Spiderman yang menjadi objek kejahatan.

Nah...lain muneh seno, halok sai ngemaling no mak gekhing jama iya (Nah lain lagi itu, mungkin yang mencuri memang tidak suka Spiderman).



Kali ini cerita bukan Spiderman tokoh, melainkan koleksi laba-laba dan ribuan serangga lainnya dicuri dari museum di AS. Dari sekitar 7.000 hewan yang dicuri dari Insectarium dan Butterfly Pavilion, terdapat beberapa laba-laba beracun.

Dikutip dari kantor berita CNN, hampir 90% total koleksi dari museum tersebut ludes digasak pencuri. Salah satu yang dicuri laba-laba pasir bermata 6, gigitannya membuat 25% tubuh korbannya membusuk.

Api guwaimu ngemaling pelangas kidah, wat gunani awek-jadi masalah muneh. Wat-wat gawoh (Apa maksudnya mencuri serangga, ada gunanya tidak. Bermasalah pula, ada-ada saja).

CEO Insektarium John Cambridge mengatakan, "Saya tidak yakin pernah ada pencurian serangga hidup yang lebih besar dari ini.” Kerugian dari serangga dicuri diperkirakan mencapai 40 ribu hingga 50 ribu dolar AS atau setara Rp600 juta - Rp700 juta.

Tersangka pencurian diyakini sebagai seseorang yang pernah bekerja di museum tersebut. “Kami tahu persis siapa yang melakukan ini. Mereka menyelinap keluar dengan semua kotak-kotak berisi serangga. Kami menangkap mereka di kamera,” kata Cambridge.

Beberapa dari tersangka bahkan meninggalkan seragam mereka dengan menempelkannya ke dinding dengan pisau. Sejak kasus pencurian tersebut, Insectarium dan Butterfly Pavilion laman khusus di situs GoFundMe untuk menggantikan serangga yang hilang agar museum dapat terus "mendidik masyarakat mengenai dunia serangga yang indah."

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR