BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pencurian terjadi di Jalan Diponegoro, Gang Alpukat, Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, pada Kamis 19 September 2019, sekitar pukul 11.00.

Informasi yang didapat Lampost.co, korban bernama Sari Kurnia Septina (27), menderita kerugian sekitar Rp250 juta akibat peristiwa tersebut.



Pelaku yang diduga dua orang tersebut masuk ke rumah korban dengan modus berpura-pura sebagai petugas kelistrikan yang akan memasang lampu jalan.

Salah satu pelaku berbicara dengan korban, kemudian ketika lengah pelaku lainnya masuk dan menggasak harta milik korban seperti uang dan perhiasan.

Lampost.co mencoba menyambangi kediaman korban dengan nomor rumah 28 pada Jumat 20 September 2019. Lokasinya persis di belakang kantor PLN Tanjungkarang.

Seorang wanita salah satu penghuni rumah, enggan memberikan keterangan, dengan alasan privasi. Namun, ia sempat mengatakan sudah melapor dan berharap pelaku ditangkap.

Dikonfirmasi Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef, tak menampik pelaporan tersebut. Laporan tersebut diterima dengan nomor laporan LP3717/B/IX/2019/Polda Lampung/Resta balam/ per 19 September 2019.

"Sudah turun untuk olah TKP, sementara masih penyelidikan," katanya Jumat 20 September 2019.

Kejadian dengan modus serupa mirip menimpa Roseline Siagian, Jalan Bakau, Gang Dewi Sri, Kecamatan Tanjungraya, Kedamaian, dicuri pada Jumat, 28 September 2019.

Rumahnya digasak, dan ia mengalami kerugian uang tunai Rp1,5 juta, 2 buah anting berlian dengan berat 2 gram, 1 cincin emas 10 gram, 2 liontin berat 10 gram, 1 kalung emas putih dengan berat 10 gram, dan 1 kalung emas juga dengan berat 10 gram.

Korban meduga pelaku berjumlah 4 orang dan membagi tugas. Ada yang mengalihkan perhatian, ada yang memantau dan ada yang masuk mencari barang. "Pelakunya kayak 4 orang," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa, 2 Juli.

Modusnya dua orang berpura-pura masuk ke pekarangan rumah dan menanyakan soal rencana pelebaran jalan oleh pemerintah setempat. Ia pun awalnya meladeni dua pelaku, yang salah satunya memiliki wajah Asia Selatan.

"Saya kan lagi nyambel di rumah, terus dia ajak saya ke bagian samping, enggak lama suami saya juga ikut kita sempat ngobrol, soal kok ada pelebaran jalan, nah satu orang lagi sempat masuk, katanya dia ngomong ke pembantu saya untuk suruh hidupkan keran air, (pengecoh)," katanya.

Nah, saat ia mengobrol dengan pengalih perhatian, diduga satu pelaku beraksi dan menemukan kamar. Di situlah tempat barang berharga dijarah. "Rapih sama sekali, enggak ada acak-acakan, makanya kita enggak sadar," katanya.

Ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung, dengan nomor laporan LP :B-1/2347/VI/LPG/Resta Balam.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR