PRINGSEWU (Lampost.co) -- Rendahnya pencapaian pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Pringsewu, membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) gencar melakukan monitoring evaluasi dan pengawasan Pajak Bumi dan Pembangunan Perkotaan Perdesaan (PBB - P2) tahun 2018.

Monitoring yang di lakukan jajaran Bapenda di lakukan secara keliling di sembilan kecamatan.



Kepala Bapenda Kabupaten Pringsewu, Masykur Hasan mengatakan monitoring evaluasi dan pengawasan PBB - P2 tahun 2018 keliling ke-9 kecamatan, merupakan tindak lanjuti surat wakil bupati Pringsewu nomor 973/157/B.03/2018 tertanggal 31 Agustus 2018 tentang Pelaporan Realisasi PBB-P2 tahun 2018. Selain itu juga sesuai dasar Perda No. 14 tahun 2013 tentang Pajak Daerah.

"Kita laksanakan kegiatan ini dalam rangka percepatan realisasi PBB P2," kata dia.

Maskur menyatakan akan terus menerus melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian PBB P2 dari masing-masing pekon ataupun kelurahan.

Masykur juga menghimbau kepada masyarakat bahwa wajib pajak segera melunasi pajak sebelum jatuh tempo sampai 31 Oktober 2018 mendatang. Sebab apabila membayar PBB-P2 lewat dari ketentuan tanggal tersebut akan dikenakan denda 2 persen per bulannya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR