LIWA (Lampost.co) -- Ratusan guru TK, PAUD, dan SD serta SMP/sederajat di Lampung Barat sejak senin (27/5/2019) hingga Selasa (28/5/2019) memadati Kantor Bank Lampung Cabang Liwa untuk melakukan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pusat yang di cairkan melalui bank pembangunan daerah Lampung tersebut.

Mirisnya kehadiran ratusan tenaga pendidik dari seluruh penjuru Lampung Barat tersebut harus menelan kekecewaan karena harus mengantre hingga dua hari untuk mencairkan dana BOS mengingat pihak bank hanya menyiagakan satu petugas kasir untuk melayani pembayaran. Karena ruang tunggu bank terbatas, para guru yang sejak pagi hari sudah ada di sekitar bank terpaksa memadati seputaran trotoar jalan sambil menunggu nama sekolahnya disebut oleh petugas menggunakan pengeras suara.



"Saya sudah dua hari antre untuk mencairkan dana BOS. Hari senin saya dari Suoh pagi dan sampai di Liwa jam 10.00. Tapi kata petugas nomor antrean sudah penuh. Saya dimnta datang hari ini. Tadi habis sahur saya langsung ke Liwa, jam 07.15 sampai. Bank buka jam 8 lewat, saya langsung serahkan berkas pencairan, ini susah mau jam 11 lewat belum juga di panggil," keluh salah seorang guru asal Kecamatan Suoh, yang enggan di sebut namanya.

Sementara itu, guru salah satu sekolah asal kecamatan Sukau juga mengeluhkan pelayanan manajemen Bank Lampung yang hanya menyiagakan satu tenaga kasir untuk melayani seluruh transaksi pengambilan dan penyetoran keuangan di Bank Lampung."Petugas bank kan sudah tahu kalau ini jadwal pencairan dana BOS. Mereka yang kasih jadwal hanya tiga hari, sementara jumlah sekolah TK, SD, SMP yang harus mencairkan dana BOS pusat jumlahnya ratusan. Kenapa tidak di tambah kasirnya, sehingga tidak harus antrean berhari-hari," keluh Sy.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR