BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terbukti mencabuli anak kandung sendiri, Hendri Satria (42), warga Jalan Hayam Wuruk, Bandar Lampung, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Jumat (14/7/2017).
Hendri didakwa melanggar Pasal 82 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Jaksa Penuntut Umum Supriyanti menuturkan, Terdakwa terbukti melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebogongan, atau membujuk anak yaitu saksi korban berinisial MSI yang berumur 15 tahun,
Menurut JPU, terdakwa Hendri pada hari Minggu tanggal 02 Oktober 2016 pukul 05.30 WIB, yang bertempat di dalam kamar rumah terdakwa di Jalan Hayam Wuruk, telah melakukan perbuatan cabul.
Saat itu korban sedang tidur di dalam kamar bersama saksi Renyka Sarah Adelia kemudian datang terdakwa langsung memegang kaki korban hingga saksi korban terbangun.
Namun, kata Suprianti, terdakwa beralasan hendak mengurut kakinya yang terkilir sehingga saksi korban hanya diam. Lalu terdakwa mengelus kaki hingga naik keatas sehingga membuat korban terbangun dan menendang terdakwa sambil berkata "Apaan sih" yang selanjutnya terdakwa keluar dari dalam kamar.
"Terdakwa saat itu beralasaan hendak mengurut kaki korban yang terkilir, namun korban terbangun dan keluar dari kamar," kata JPU.
Tidak sampai disitu saja, terdakwa pada tanggal 6 Desember 2016, pukul 02.00, di dalam kamar tidur dengan posisi saksi Nita Kesuma yang merupakan istri terdakwa, saksi Merinten dan anak terdakwa yang bernama Ahtar tidur di kamar depan. Sedangkan terdakwa tidur bersama korban di kasur bagian atas yang selanjutnya terdakwa terbangun kemudian meraba paha korban.
Korban sempat menepis tangan terdakwa, namun terdakwa tetap melakukannya dan melepaskan celana korban dan kemudian terdakwa melakukan perbuatannya.
"Kejadian pencabulan itu terjadi lagi yang kedua kalinya, korban tengah tidur berdekatan dengan terdakwa, saat itu terdakwa meraba paha korban dan melepas celan korban kemudian terdakwa melakukanya lagi," pungkas JPU.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR