BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Penasehat hukum dua terdakwa perambah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengklaim jika keliennya tidak pernah merusak hutan Bukit Barisan Selatan seperti yang diungkapkan dipersidangan, selain tidak merusak hutan lahan yang dibuat tambak bukanlah lahan diwilayah TNBBS.

"Sekali lagi saya tegaskan lahan yang dibuka itu bukan lahan TNBBS makanya bisa keluar sertifikat," ujar Primaditya Wirasandi di PN Tanjungkarang, Kamis (5/7/2018).



Baca Juga:

Jaksa Sebut Ada Terdakwa Baru Dugaan Perambah TNBBS

Tambak itu lanjut dia merupakan lahan milik warga bukan lahan Taman Nasional. perihal jalan yang disebut-sebut kliennya yang membangun menurut Primaditya Wirasandi  hal yang tidak benar, karena sebelum dibukanya tambak jalan itu sudah ada yang membuka adalah Pemda.

"Kita masuk ke jalan disitu 2017, sementara proyek pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemda pada tahun 2016 jadi jalan itu sudah ada sebelumnya," kata dia.

Ditanya apakah ada perintah dari Majelis Hakim Atau Jaksa Penuntut Umum melakukan perbaikan tanaman yang telah dirusak, Penasehat Hukum ini menegaskan tidak ada tanaman yang kliennya rusak, kalau dalam pertimbangan hakim untuk melewati jalan itu pun harus izin, soal merusak tanaman mana berani," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR