SEBUAH gigi bisa menunjukkan tanda-tanda waktu kematian seseorang. Tapi tentu saja hanya gigi asli yang bisa, gigi palsu kemungkinan kecil bisa. Karena itulah, ilmuwan penasaran dengan gigi Adolf Hitler.

Api lagi bang ipon aga tijadiko bahan ngawak (Apalagi kok gigi akan dijadikan bahan obrolan).



Tapi begitulah ilmuwan memastikan Adolf Hitler tewas pada tahun 1945 di Berlin, usai diduga mengonsumsi sianida dan menembakkan sebuah peluru ke dirinya sendiri. Pernyataan disampaikan tim peneliti asal Prancis yang diizinkan memeriksa bagian dari gigi palsu milik Hitler di Moskwa.

Seperti dilansir kantor berita AFP, studi dilakukan karena banyak teori konspirasi mengenai kematian Hitler. Sejumlah teori menyebutkan Hitler lari ke Argentina atau ke Antartika bahkan ke bulan.

Payu kidah awak-awakko gawoh bakas seno, mak dok angkuhni lagi jama iya. Wat-wat gawoh (Ya sudah bohong pun tentang pria itu tidak ada lagi gunanya bagi dia. Ada-ada saja).

Studi terbaru ini, yang dilakukan Charlier bersama empat peneliti lainnya, telah diterbitkan pada Jumat kemarin di sebuah majalah ilmiah Journal of Internal Medicine.

Analisis gigi Hitler dan beberapa bagian lainnya tidak menemukan adanya bekas serat daging. Itu karena, kata Charlier, Hitler adalah seorang vegetarian.

Pada Maret dan Juli 2017, otoritas Rusia mengizinkan sebuah tim peneliti untuk memeriksa tulang Hitler, pemimpin kelompok Nazi Jerman pada era Perang Dunia.

Tim melihat bagian dari tulang tengkorak Fuhrer—sebutan Hitler—yang memperlihatkan sebuah lubang di sisi kiri. Tim menduga itu adalah titik masuknya peluru.

Disebutkan bahwa morfologi tulang tengkorak ini "benar-benar dapat dibandingkan" dengan hasil pemeriksaan radiografi Hitler yang dilakukan satu tahun sebelum kematiannya.

Meski sudah mengonfirmasi tahun kematian Hitler, tim belum dapat menentukan penyebab pasti kematiannya. "Kami tidak tahu apakah dia minum sianida atau menembakkan peluru ke kepalanya. Kemungkinannya hanya ada di dua skenario itu," tutur Charlier.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR