LAMPUNG TENGAH (Lampost.co)---Penanganan warga yang menjadi korban bencana banjir di sejumlah daerah di Lampung Tengah berjalan lambat. Hingga kemarin (Rabu, 28/2), 1.443 kepala keluarga se-Lampung Tengah menjadi korban banjir belum mendapat bantuan berupa beras dari Pemkab Lampung Tengah. Sementara bantuan lain berupa tikar, selimut, mi instan sudah dikirim tapi jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah korban.
Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah Kusuma Riyadi mengatakan tidak ada anggaran untuk menghadapi bencana seperti ini di instansinya. Namun, dinas memiliki sejumlah stok bantuan berupa tikar, selimut, mi instan, dan lain-lain ditambah 48 paket bufferstock dari provinsi. Meski demikian, jumlahnya tak memadai dibanding dengan korban banjir.
Sementara untuk bantuan berupa beras, harus sesuai dengan prosedur dengan mengajukan permintaan ke Badan Usaha Logistik (Bulog). Bantuan berupa beras harus diajukan dengan menyertakan data korban banjir. Kini data telah dihimpun dari kampung atau camat masing-masing daerah yang terkena banjir dan siap diajukan ke Bulog.
Selanjutnya, bantuan beras diberikan sebanyak 400 gram per hari per orang. Bantuan itu bisa diberikan selama tiga hari, enam hari atau 14 hari. Sesuai dengan hasil rapat, bantuan diberikan selama enam hari.
Plt Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto usai rapat membahas bencana bajir mengatakan untuk menangani bencana banjir harus sesuai dengan prosedur. Loekman mengaku tidak turun ke lokasi banjir karena sudah ada jajaran dinas terkait yang mengatasi banjir. "Kami bekerja dengan tatanan yang ada dengan masing-masing bidang. Semua sudah melakukan tugasnya, seperti BPBD menggunakan peralatan untuk evakuasi masyarakat dan Dinas Sosial memberikan bantuan makanan bagi warga yang rumahnya terendam," kata Loekman.
Sekretaris BPBD Lampung Fadli mengatakan pihaknya telah menerima permohonan bantuan dari BPBD Lamteng, Tulangbawang, Lampung Selatan, Lampung Timur, Way Kanan, dan  Metro. "Beberapa daerah tersebut melalui BPBD  sudah mengambil logistik di Kantor BPBD Lampung dan sudah kami distribusikan ke lokasi. Memang kekurangan bantuan di sana  maka kita segera distribusi bantuan itu," kata dia, kemarin.

Sawah Terendam
Sementara itu, terdapat ribuan hektare lahan sawah di Kecamatan Palas masih terendam hingga kemarin. Plh Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian (P3) Palas Agus Santosa mengatakan kini tanaman padi yang masih terendam terdapat di beberapa desa, yakni Desa Mekarmulya seluas 295 ha, Bandanhurip (330 ha), Pulautengah (180 ha), Bumirestu (400 ha), Pulaujaya (50 ha), Palasjaya (70 ha), Bumiasri (65 ha), Pematangbaru (20 ha), Bumidaya (25 ha), Tanjungjaya (100 ha), dan Baliagung (70 ha).
"Hari ini (kemarin, red) adalah hari ketiga. Kemungkinan hari keempat dan kelima kalau masih terendam, tanaman padi bisa terancam rusak. Belum kalau ada hama keongnya," ujarnya, kemarin.



Dampak Banjir di Lampung Tengah:

 

Rumah Terendam
- Bandarsurabaya: 629 KK
- Bekri: 276 KK
- Seputihagung:  62 KK
- Terbanggibesar: 476 KK

Kerusakan Lain
- Seputihbanyak: 1 jembatan rusak
- Rumbia: 1 jembatan rusak
- Way Pengubuan: 1 jembatan rusak
- Anaktuha: 2 jembatan kecil rusak

Lahan pertanian rusak 2.212 ha; 95% berupa sawah, sisanya jagung, singkong, dan kedelai.

Sumber: Diskominfo Lamteng

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR