BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemudik di Terminal Tipe A Rajabasa membludak pada H-2 lebaran atau Rabu (13/6/2018). Pihak terminal memprediksi pemudik mencapai 17 ribu orang pada puncak arus mudik hari ini.

Pemudik dari Bakauheni ke Terminal Rajabasa membludak sejak tengah malam atau Rabu dini hari. Banyak penumpang istirahat di pos pos di dalam terminal sambil menunggu bus berangkat.



Karena banyaknya pemudik dari Bakauheni ke Rajabasa, pemerintah Provinsi Lampung menurunkan 50 bus Trans Lampung untuk mengangkut pemudik agar tidak menumpuk di Bakauheni.

Tiba di Rajabasa banyak pemudik beristirahat di pos karena belum bisa melanjutkan perjalanan lantaran bus belum beroperasi dini hari. Banyak diantara pemudik yang sahur di pos hanya dengan mie instan dan juga nasi bungkus.

Untuk memastikan puncak arus mudik di Terminal Rajabasa aman, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono meninjau langsung Rabu dini hari.

Pada kesempatan itu Kapolresta langsung sahur bersama di terminal. Dia menjamin Terminal Rajabasa aman, pemudik tidak perlu cemas dan takut saat tiba dan istirahat di terminal. 

"Saya jamin, sekali lagi saya tergaskan saya jamin di terminal ini aman," kata Kapolresta.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Tipe A Rajabasa Denny Wudan mengatakan sejak tengah malam atau Rabu dini hari pemudik terus berdatangan dari Bakauheni ke terminal.

"Banyak dari semalam. Sampai pagi ini saja masih banyak. Kita prediksi ini akan ramai sampai siang, karena dari Bakauheni masih banyak yang belum diangkut, belum yang dari Merak terus bergerak ke sini," kata dia.

Dia menjelaskan untuk memastikan tidak ada penumpukan pemudik di Bakauheni, 50 bus diturunkan.

"Ya alhamdulillah teratasi. Kami prediksi puncak arus mudik hari ini, pemudik mencapai 17 ribu orang," kata dia.

Dia menambahkan mulai H-2 ini truk bertonase besar sudah dilarang melintas.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR