KALIANDA (Lampost.co)-- Sejumlah pemudik mengeluhkan minimnya lampu penerangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Lampung Selatan menuju Pelabuhan Bakauheni. Pasalnya, lampu penerangan jalan banyak yang rusak, Senin (11/6/2018). 

Seperti dikatakan Romli (38), pemudik berasal dari Tangerang yang hendak pulang keelurahan Lubuk, Kecamatan Kalianda. Dia mengaku sengaja pulang pada siang hari demi keamanan perjalanannya. Sebab, di sepanjang Jalinsum minim lampu penerangan. Padahal, di tepi jalinsum telah berdiri tiang LPJU.
"Dari Kalianda arah Bakauheni minim lampu sehingga membahayakan pengguna jalan. LPJU banyak rusak sehingga sepanjang Jalinsum di Lampung Selatan gelap. Untuk itu, saya memperkirakan sampai di lampung di siang hari," kata dia di SPBU Kalianda.
Dia mengatakan seharusnya lampu penerangan disediakan untuk membantu pengguna jalan khususnya para pemudik dan mendukung keamanan sepanjang jalan.
"Jelas, pengguna jalan jadi khawatir kalau melakukan perjalanan. Seharusnya pihak terkait memperbaiki lampu penerangan jalinsum. Apalagi saat arus mudik dan balik nanti kan kan banyak kendaraan yang melintas," katanya.
Hal sama dikatakan Barul Nedi Subhi (41), warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Dia mengaku Jalinsum membutuhkan penerangan jalan mengingat kerap kalinya terjadi tindak kejahatan terutama saat malam hari. 
"Kalau malam hari jalinsum sangat gelap terutama yang jauh dari pemukiman warga. Walau pernah ada beberapa lampu jalan yang di pasang dinas terkait namun saat ini lampu tersebut banyak yang sudah rusak dan di curi orang," katanya. 
Dia mengatakan kondisi jalan bergelombang dan minim penerangan di Jalinsum tersebut cukup membahayakan pengendara. Selain itu, bisa kemungkinan terjadi aksi kriminalitas di jalan, seperti begal dan lainnya. 
"Sudah jalan berlubang dan bergelombang, ditambah jalur minim penerangan. Jelas, sangat membahayakan pemudik. Seharusnya menghadapi arus mudik dan balik harus diperbaiki," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR