BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jalan tol trans-Sumatera (JTTS) dari Terminal Betan Subing menuju Gunung Sugih, Lampung Tengah hanya dibuka pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

Meskipun demikian, ruas jalur yang menjadi jalan alternatif dan pengurai kemacetan di Pasar Bandarjaya, ini belum banyak dimanfaatkan pemudik. Jalur tol Terminal Betan Subing-Gunungsugih ini hanya dibuka satu jalur, yaitu dari Terminal Betan Subing ke pintu tol keluar (exit) di Seputihjaya, Gunungsugih.



Berdasarkan pantauan Lampost.co, Minggu (10/6/2018) sejak pukul 12.00-17.00, hanya beberapa kendaraan yang melalui tol Terbanggi-Seputihjaya, Gunungsugih. Itu pun sebagian besar kendaraan pribadi dari lokal (Lampung).

Sementara ruas Tol Bumisari, Natar, hingga Tulungitik, Lamteng juga terlihat belum dimanfaatkan para pemudik, baik yang mengendarai sepeda motor atau pun mobil. Pemudik yang melalui tol ini sebenarnya bisa keluar melalui jalan alternatif di Dusun Panggungsari, Desa Panggungan, Gunungsugih dengan jarak tempuh sekitar 2 km menuju tol.

Sedangkan untuk bisa masuk jalur tol di Desa Bumisari, Natar, pengendara harus melalui Gang Rajawali, Candimas, Natar, lalu melintasi jalan Desa Way Sari. Perjalanan ini bisa di tempuh kurang dari satu jam menuju pintu keluar Panggungan, Gunungsugih atau tepatnya keluar di depan PT. Tris Delta Agrindo. kemudian pemudik bisa istirahat di RM Gadangsari, di jalan lintas tengah. Tempat parkirnya cukup luas.

Sepinya pemudik yang melintasi JTTS ini kemungkinan besar karena pengendara tidak tahu harus masuk jalur tol melalui jalan alternatif yang mana, sebab tidak ada tanda atau rambu yang terpasang. Sepanjang perjalanan Lampung Post melintasi Tol Masgar hingga Terminal Betan Subing, hanya ada satu mobil sedan patroli di ruas JTTS. Itu pun hanya terliahat satu petugas dalam mobil patroli tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR