BANDAR LAMPUNG (Lampost.co -- Pemerintah Provinsi Lampung kurang puas terkait pelaksanaan Pekan Raya Lampung 2019.

Even bertajuk "Pameran dan Pesta Rakyat Terbesar Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia" tersebut berlangsung sejak 3 Agustus 2019 hingga 18 Agustus 2019 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.



Karo Perekonomian Pemerintah Provinsi Lampung, Aris Fadila mengatakan dalam evaluasi pihaknya ada sedikit penurunan capaian dari pelaksanaan Pekan Raya Lampung dibandingkan Lampung Fair 2018.

"Kurang sosialisasi pihak ketiga. Sebab yang meramaikan ini bukan hanya orang Bandar Lampung, tapi 15 kabupaten/kota dan masyarakat luas. Kurang intensifnya pihak ketiga dengan media, itu juga merupakan salah satu faktor," katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 19 Agustus 2019.

Ia mengatakan sinergiritas dengan media harus dioptimalkan untuk meramaikan dan memperlihatkan apa yang sudah diperbuat serta apa yang akan diperbuat ke depan di Provinsi Lampung. Kemudian juga investor harus ditarik untuk datang berbondong-bondong ke Bumi Ruwa Jurai. 

"Untuk besaran transaksi belum ada besaran dari EO yang disampaikan kepada kita. Sepertinya laporan ini tidak terlalu naik dan tidak terlalu menurun dari sebelumnya. Pengunjung sepi dari event 2018 sebelumnya," katanya

Ia juga menyatakan kekecewaannya dengan wahana salju yang mengecewakan, padahal sebelumnya digadang-gadang menjadi yang pertama ada di Sumatera.

"Masyarakat banyak kecewa. Rp75 ribu hanya foto-foto. Menurut saya bukan salju tapi ngambil es batu terus saya serut ditaruh di sana. Saya juga bisa buat gitu, saya beli es batu banyak banyak saya taro situ," katanya.

Paparnya lagi, saat Lampung Fair 2019 yang berlangsung selama 15 hari mulai dari tanggal 19 april hingga 3 Mei 2019, even ini dikunjungi sekitar 250 ribu pengunjung dan diikuti oleh 400 stand.

Berdasarkan laporan penyelenggara even tersebut Lampung Fair 2019 mencatat nilai transaksi sekitar Rp15 miliar. Lebih sedikit dari nilai transaksi Lampung Fair 2018 yang mencapai nilai Rp18,7 miliar.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR