BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menginginkan penginapan di lokasi pariwisata tertata baik sistem dan manajemennya. Sebab, saat ini pengelolaan home stay belum  maksimal, mulai dari kebersihan, penyajian makan, hingga toilet.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto menjelaskan terdapat ratusan rumah penginapan di lokasi wisata wilayah Lampung. Namun, dalam sistem manajemen dan penataannyaasih dirasa belum maksimal dan kurang membuat terkesan wisatawan.



"Di daerah yang memiliki obyek wisata pasti ada homestay, tetapi banyak penataannya yang kurang maksimal, seperti dari segi toilet, pengajian makanan, dan ruang pemilik rumah dan wisatawan yang berdekatan. Sehingga sedikit membuat wisatawan sungkan," kata Budiharto kepada Lampung Post, Rabu (4/7/2018).

Menurutnya, pendirian rumah penginapan pariwisata tidak dapat sembarangan dan memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. "Contohnya dirumahnya tidak ada penyakit yang menular, tidak boleh juga ada yang terjerat kriminalitas, dan pendiriannya harus melapor juga ke kepala desa," ujarnya.

Dia melanjutkan, rumah penginapan diarahkan pula untjk menampilkan karakteristik adat budaya Lampung, seperti menyajikan musik dan memamerkan kain Tapis Lampung. Pemilik home stay patut menyadari penampilan ciri khas lokal guna menarik wisatawan. Sebab, ketika tidak ada kekhasan yang ditampilkan tidak akan memiliki daya tarik.

"Dibuat perbedaan homestay di Jawa dan Lampung. Kearifan lokal harus diutamakan, seperti menampilkan ornamen khas Lampung atau homestaynya berupa rumah panggung yang juga menjadi ciri rumah adat Lampung. Contohnya lainnya, homestay berupa rumah geribik, tetapi bersih," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR