BANDAR LAMPUNG, (lampost.co) -- Ribuan driver online berdemonstrasi di depan kantor Gojek Lampung, Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, Kamis, 5 September 2019. Namun dalam aksi tersebut para pendemo tak bisa bertemu pihak manajemen.

Terkait hal tersebut massa aksi yang tergabung Gerakan Driver Online R2 dan R4 (Gedor) Lampung melakukan mediasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Wagub Chusnunia Chalim menyampaikan pihaknya akan memediasilan antara driver dan pihak penyedia layanan.



"Kita terima aspirasi yang disampaikan, kita akan koordinasikan dengan pihak Gojek secepatnya," kata mantan Bupati Lampung Timur itu usai melakukan audiensi di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan terkait perubahan insentif mitra driver bukan wewenang Pemprov Lampung. Namun, pihaknya berjanji akan bersedia menjadi fasilitator kedua belah pihak.

Ditempat lain, pihak Gojek menyampaikan tidak ada mediasi terkait aksi tersebut. Karena sebelumnya telah dilakukan mediasi bersama mitra. Hal itu disampaikan oleh Teuku Parvinanda Head of Regional Corporates Affairs Gojek pada jumpa pers, Kamis sore.

"Bahkan kami juga juga telah beberapa kali melakukan sosialisasi terkait perubahan insentif ini dalam kopdar rutin yang dilakukan dalam dua minggu sekali," jelasnya.

Penurunan insentif tersebut dalam rangka penyesuaian pemberlakuan Permenhub no 12 dan Kepmenhub nomor 348 tahun 2019 tentang tarif dasar dan tarif minimum. "Penyesuaian dilakukan demi menjaga keberlangsungan ekosistem gojek," lanjutnya.

Lebih dari 1.000 Driver Ojol Serbu Kantor Gojek

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR