BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berkoordinasi untuk melakukan pembangunan shortcut jalur kereta api rute Tegineneng - Tarahan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Lampung Taufik Hidayat mengatakan perencanaan shortcut Tegineneng - Tarahan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu, masih terus disempurnakan sehingga infrastruktur yang telah dibangun bisa digunakan secara optimal.



"Kita perlu menyelaraskan program ini, bersama balai kereta api dan Dinas Perhubungan Lampung untuk desainnya," kata dia kepada Lampost.co, Jumat (21/9/2018).

Terkait pembebasan lahan,  pihaknya sudah melakukan konsultasi publik melalui tim analisis dampak lingkungan (Amdal).  

"Sudah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat terkait pembebasan lahan,  terutama kepada masyarakat di pemukiman padat penduduk," imbuhnya.

Pihaknya berharap,  tahun depan rencana tersebut sudah masuk dalam program Kementerian sehingga anggaran pembebasan lahan bisa dialokasikan.

Kabid Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Lampung Samsul Rizal menjelaskan panjang keseluruhan trase shortcut yakni 42 km yang dibagi menjadi empat segmen,  untuk segmen I sepanjang 6 km dari Tarahan ke Tol,  kemudian segmen II di sepanjang tol jalur kereta akan berdampingan dengan tol sepanjang 22 km,  kemudian segmen III dari tol  menuju Panjang sekitar 7 km, pada segmen IV dari Panjang  ke Tarahan sekitar 3 km.

Di segmen III, awalnya jalur kereta api melewati terowongan, namun karena ada patahan, digeser ke pemukiman. "Jika dilanjutkan akan berbahaya," imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan shortcut Tegineneng-Tarahan diharapkan bisa segera dilakukan karena masyarakat sudah merasa jenuh dengan keberadaan jalur kereta api barang yang melintas di dalam kota yang frekuensinya begitu tinggi dan membuat macet.

"Respon masyarakat positif ya, maunya secepatnya dibangun, karena dampak jalur kereta api dalam kota tiap hari untuk babaranjang saja bisa lewat hampir 64 trip, kalau tidak dikeluarkan ke shortcut, bisa sejam dua jam ada kereta lewat dan dampaknya akan ada masalah sosial baru," paparnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR