BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah provinsi Lampung merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp6,8 triliun atau 88,20 persen dari target pendapatan yang diproyeksikan sebesar Rp7,7 persen ditahun anggaran 2017. Sementara anggaran yang dibelanjakan sebesar Rp5,8 triliun atau 91,49 persen dari Rp6,39 persen dana yang disediakan.

Pj Sekretaris Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis menjelaskan realisasi pendapatan daerah itu berasal dari tiga sumber, yaitu pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2,7 triliun, pendapatan transfer senilai Rp2,6 triliun, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,3 triliun.



"Pendapatan lain-lain meningkat signifikan, karena reklasifikasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari akun Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik ke akun pendapatan lainnya," kata Hamartoni dalam rapat paripurna rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 di gedung DPRD, Senin (9/7/2018).

Sementara pada realisasi anggaran belanja sebesar Rp5,8 triliun yang teralokasi kepada belanja operasi sebesar Rp4,3 triliun, belanja modal Rp1,4 triliun, belanja tidak terduga Rp20 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp1 triliun. Sedangkan dari sisi pembiayaan terealisasi sebesar Rp204 miliar yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun 2016 sebesar Rp15 miliar.

"Dengan membandingkan penerimaan, pengeluaran, dan pembiayaan diperoleh selisih yang menjadi SILPA tahun 2017 sebesar Rp54 miliar. Nilai itu menjadi salah satu sumber pembiayaan yang akan digunakan untuk pelaksanaan APBD tahun 2018," ujarnya.

Dari realisasi itu, dia mengakui pendapatan dan belanja yang diproyeksikan pada APBD tahun 2017 ada yang tidak terealisasi. Namun, secara umum seluruh program yang diprioritaskan telah dilaksanakan secara baik. "Selalu ada target yang tidak tercapai. Ada yang tinggi, sedang, dan kurang, itu dipengaruhi berbagai regulasi," urainya.

Menurutnya, penyusunan Raperda pertanggungjawaban APBD 2017 tersebut sebagai salah satu langkah dalam penyusunan APBD Perubahan 2018. "Kami sedang menghitung proyeksi penerimaan. Kalau proyeksi penerimaannya sangat mumpuni, maka selanjutnya kami skenariokan penyusunan APBD-P 2018," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR