BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Jumlah total guru honorer SMA/SMK dan SLB se-Lampung tercatat sebanyak 5.375 orang. Gaji para guru honorer ini pada 2018 mendatang akan diambil 15% dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Lampung Retno Setyaningrum mengatakan jumlah guru honorer itu didapat berdasarkan pendataan dan pemeriksaan berkas dari masing-masing sekolah di kabupaten/kota. Dengan batas akhir pendataan yang disampaikan ke Disdikbud Lampung pada 18 Desember 2017.
Secara perinci Retno mengatakan dari 5.375 guru honor terdapat di SMA 3.446 orang, SMK (1.836), dan SLB (93). Menurut dia, jumlah guru honorer SMA terbanyak berada di Kabupaten Lampung Utara 434 orang dan SMK berada di Bandar Lampung 349 orang.
“Lampung Utara dan Bandar Lampung paling banyak dan hampir sama jumlah guru honorernya. Bedanya di Lampung Utara adalah SMA dan SMK di Bandar Lampung,” kata dia, Jumat (22/12/2017).
Lebih lanjut diterangkannya, jumlah guru honorer SMA paling sedikit berada di Metro, sedangkan untuk SMK berada di dua kabupaten yakni Mesuji dan Tulangbawang Barat. “Di Metro guru honorer SMA cuma 56 orang, sedang Mesuji dan Tubaba masing-masing dua orang,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pendataan guru honorer yang dilakukan bidangnya telah diserahkan kepada Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar kemarin. “Tugas untuk mendata telah selesai dan hasilnya sudah diserahkan. Mengenai peruntukkan hasil pendataan itu merupakan wewenang pimpinan. Kami sendiri belum tau seperti apa tindak lanjutnya,” kata dia.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Lampung Teguh Irianto menjelaskan pendataan terhadap guru SMA/SMK dan SLB ini salah satu tujuannya adalah mencocokkan jumlah guru yang berada di sekolah dengan data pokok pendidik (dapodik).
“Pendataan ini hanya untuk klarifikasi data guru honor yang ada di sekolah dengan di dapodik. Melalui pendataan ini kami bisa tau kondisi jumlah guru yang sebenarnya dan data ini juga bisa digunakan untuk apa saja sesuai kebutuhan,” kata dia.

15% dari BOS



Kepala Disdikbud Sulpakar menuturkan 2018 gaji guru honorer SMA/SMK diambil 15% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Itu sebabnya, Disdikbud melakukan pendataan guru honorer SMA/SMK se-Lampung.
Sulpakar menjelaskan penghimpunan jumlah guru honorer pada SMA/SMK di Lampung ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 8/2017 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS.
Ia menegaskan guru honorer pada sekolah di daerah wajib mendapat penugasan dari pemda setempat dan disetujui Kemendikbud. Lalu, berdasarkan usulan dinas provinsi dengan menyertakan daftar data guru hasil pengalihan kewenangan.
Menurutnya, yang akan menandatangani surat penugasan adalah kepala daerah. Yang akan tanda tangan nanti bisa saja kepala dinas, asisten, atau bahkan gubernur. Saat ini dirumuskan," ujar mantan Penjabat Wali Kota Bandar Lampung itu. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR