BANDAR LAMPUNG--Gubernur Lampung M. Rihdo Ficardo berencana meningkatkan produktivitas dan ekspor udang guna mengejar angka tertinggi yang pernah di dapat Provinsi Lampung yakni menyuplai 40% udang untuk nasional.
Pihaknya telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Duta Besar Indonesia untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono dalam kerja sama sister provinsi antara Los Rios dan Lampung.

Gubernur mengatakan penyuplai udang tiga besar di dunia adalah Indonesia, Thailand dan Ekuador, namun Ekuador memilki sustainable agar udangnya bebas dari penyakit, sehingga produksinya sangat tinggi, dan kualitasnya sangat baik.



“Kita punya potensi dan kemampuan produksi udang yang tinggi, tapi penyakit di udang sebagian belum bisa kita tangani, kalau tau penangannya kita bisa dorong agar resiko pengusaha udang kita bisa menurun, maka itu nanti pola mereka yang akan kita pelajari, kita juga belum tahun jenis udangnya, dan pengelolaannya, kedepannya akan terus kita jajaki,” ujarnya kepada Lampost.co. usai menerima Duta Besar Indonesia untuk Ekuador, Selasa (16/5/2017).

Kemudian dari segi pengelolaan pariwisata dan ekosistem hayati, Lampung akan mengadaptasi pengelolaan Kepualuan Galapagos yang merupakan situs Nature Heritage dan destinasi yang mendunia, dimana perawatan, pengeloalaan, dan penjagaan seara ketat guna menjaga keanekaragaman hayati di sana bisa dilakukan di Provinsi Lampung, seperti di Gunung Krakatau, dan Pulau Wayang, serta destinasi yang memiliki potensi tinggi, namun rawan kerusakan.

“Jadi belajar dari terumbu karang Raja Ampat yang rusak, dan pengeloaan Galapagos yang maksimal kita mau perketat destitnasi wisata dan potensi alam kita, agar jangan sampai rusak, karena kita deket sama Jakarta dan rawan ramai. Kayak di Pulau Wayang itu mirip sama Raja Ampat,” kata Rhidho.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR