BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) --Pemerintah provinsi Lampung akan mendukung biaya Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pulmonologi dan kedokteran respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sebab, dana yang dibutuhkan setiap mahasiswa pada prodi tersebut disetiap semester mencapai Rp20 juta.

Asisten I Pemprov Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Heri Suliyanto menjelaskan saat ini masih ada enam kabupaten yang tenaga medisnya belum memiliki dokter spesialis paru-paru. Untuk itu dibentuk prodi PPDS guna menciptakan tenaga medis yang khusus menangani penyakit dibagian paru-paru.



Namun, lanjutnya, dalam pendidikan spesialis itu memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga ditengah kebutuhan daerah terhadap dokter spesialis pemprov akan mendukung sebagian dananya.

"Waktu yang di butuhkan paling cepet 4 tahun, jadi wajar saja kalau mahal dan sangat dibutuhkan," kata Heri dalam rapat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Rabu (4/7/2018).

Menurutnya, bantuan pendanaan itu bisa mengajukan dalam APBD Perubahan. Syaratnya, Unila dan RSUDAM dapat meyakinkan Komisi V DPRD untuk mengalokasikan dana pada PPDS beberapa mahasiswa disetiap tahunnya.

"Sebab, memang Lampung masih banyak kekurangan dokter spesialis," ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan dibentuknya PPDS di Unila tersebut diharapkan mampu menjawab pembaruan dan kebutuhan tantangan keilmuan serta profesionalisme dokter.

"Upaya ini diharapkan dapat tetap menjadikan salah satu ujung tombak dunia kesehatan di Indonesia, khususnya di Lampung. 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR