LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 September
7766
Kategori Lampung
LAMPUNG POST | Pemprov Bangun Jalan Provinsi Baru
Ilustrasi jalan. kompas.com

Pemprov Bangun Jalan Provinsi Baru

BANDAR LAMPUNG  (Lampost.co) -- Pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung membangun satu jalan di ruas Sanggi Blok-9 Desa Gunung Doh yang telah mengisolasi masyarakatnya selama 29 tahun. Proyek sepanjang 94,7 kilometer tersebut akan membuka konektivitas antara Kabupaten Tanggamus-Lampung Barat.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rony Witono menjelaskan masyarakat Tanggamus akan merasakan pembangunan jalan di koridor 12 jalan provinsi Tanggamus-Lampung Barat yang selama 29 tahun terakhir tidak tersentuh. Pembangunan jalan provinsi tersebut berlokasi didekat Jembatan Way Semuong yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
"Pembangunan di Tanggamus-Lampung Barat itu dibagi dua spot, yaitu sepanjang 70,5 kilometer dan spot 24,2 kilometer. Lokasinya berdekatan dengan jembatan di Tanggamus yang baru diresmikan Gubernur, M. Ridho Ficardo," kata Rony, Rabu (13/9/2017).
Selain ruas koridor 12 itu, lanjutnya, Pemprov juga telah menganggarkan perbaikan jalan di Pekon Balak-Suoh Lampung Barat dengan panjang 38,5 kilometer senilai Rp22 miliar. Di lokasi itu nantinya akan menangani 3,8 km rigid dan 3 box culvert, dan 1 beronjong. Sementara di pusat Liwa sepanjang 5,1 km dengan anggaran Rp1,8 miliar.
"Saat ini kondisi mantap sudah 76,83% dan Liwa-Batas Sumatra Selatan memiliki panjang 19 km juga dianggarkan Rp1,8 miliar untuk meningkatkan kondisi mantap hingga 79,94%. Pada APBD Perubahan juga dianggarkan Rp1 miliar untuk Liwa-Batas Sumatera Selatan dan Liwa sebesar Rp3,3 miliar, karena di jalan itu ada 10% yang rusak," urainya.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan PUPR Provinsi, Budi Setiawan mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan sebuah bentuk perhatian Pemprov untuk masyarakat khususnya di lokasi yang rawan longsor ketika hujan.
Dengan pembangunan dan perbaikan jalan itu juga diharapkan dapat mengangkat pembangunan infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
"Itu sesuai dengan keinginan Gubenur. Sebab, selama ini jalan tersebut hanya bisa dilintasi motor trail dan mobil double gardan akibat kerusakan badan jalan dan tanjakan berlumpur. Setelah dilakukan pembangunan itu sekarang mobil minibus dan motor bisa lancar melintas," pungkasnya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv