GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Hanya dalam dua pekan setelah Idul Fitri, pemohon Kartu Kuning di Disnakertran Lampung Tengah sudah mencapai 1.500 orang. Rata-rata tujuan pemohon untuk melamar kerja di perusahaan-perusahaan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Disnakertran Ahmad Dewangga, Selasa (3/7/2018). Menurut dia, berdasarkan catatan Disnakertran sejak hari raya hingga hari ini sudah 1.500an warga Lamteng mengajukan permohonan pembuatan kartu kuning. Ahmad Dewangga menyatakan membludaknya pemohon kartu kuning usai hari raya Idul Fitri sudah biasa. Namun kali ini jumlah permohonan yang masuk setiap harinya lebih tinggi.



"Sudah 1.500an sejak selesai libur lebaran. Rata-rata mau masuk perusahaan," terangnya.

Menurut Dewangga, banyak warga Lamteng yang baru menamatkan pendidikan SLTA juga membuat kartu kuning. Ia yakin, hari-hari berikutnya masih banyak lagi yang akan menyusul.

Warga yang akan mengajukan permohonan kartu kuning atau dalam istilah administrasi disebut AK-I harus membawa persyaratan seperti KTP, foto copy ijazah yang sudah dilegalisasi dan pas foto. “Perlu dicatat dalam pembuatan AK-1 atau kartu kuning ini tidak dikenakan biaya atau gratis. Kami tidak bisa memungut biaya karena tidak ada aturannya,” tandasnya.

Warga Lamteng banyak melamar kerja ke luar kota. Saat ini Jakarta dan sekitarnya, serta pulau Jawa umumnya, masih menjadi daerah tujuan favorit, dengan alasan sudah ada keluarga atau saudara yang bekerja di sana.

Salah seorang warga Way Pengubuan yang mengaku bernama Anan mengatakan membuat kartu kuning(AK1) untuk melamar kerja di Tanggerang.

"Baru lulus, mau ikut kakak kerja di Tangerang," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR