METRO (Lampost.co) -- Pemkot Metro memindahkan puluhan pedagang yang biasa mangkal di Taman Mardeka. Mereka telah diberikan warning harus mengosongkan taman pada 1 September 2018 ini.

Peringatan pindah dituangkan dalam surat edaran yang diberikan Dinas Perdagangan setempat. “Mereka sudah kita surati agar segera mengosongkan taman Mardeka pada 1 September ini. Dan kita akan eksekusi jika tetap membandel pada 5 September ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Leo Hutabarat, usai Rakor, Senin (6/8/2018).



Pemkot Metro juga telah memasang papan peringatan di ruang terbuka hijau yang berisikan meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keindahan ruang terbuka hijau di Taman Mardeka. Selain itu, tertera dilarang mengunakan sebagai tempat berdagang atau usaha lainnya di taman. Hal itu sudah sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2017.

Menurut Sekretaris Kota Metro M. Nasir pengosongan Taman Mardeka dari pedagang tak lain untuk melakukan penegakan perda di ruang terbuka hijau. “Jadi para pedagang harus segera pindah ke tempat yang telah disediakan di Nuwo Intan dan eks lahan transmigrasi yang berjarak tak jauh dari taman,” kata Sekkot

Puluhan pedagang di taman kota mengaku gelisah datangnya surat peringatan kepada mereka yang harus mengosongkan taman kota pada 1 September ini. Sebagian pedagang ada yang mengaku pasrah, lantaran kehendak pemerintah, tetapi sebaliknya ada yang merasa tidak puas.

“Keinginan kita agar pemkot tetap membolehkan kita berjualan di taman. Karena jika dipindahkan, maka terasa akan sepi pembelinya,” ujar Iwan, pedagang kopi di taman.

Hal senada juga diutarakan Alek penjual ketoprak. “Mau diapakan lagi. Sebenarnya kami disini ingin tetap berjualan ditaman, lantaran bisa memnbantu perekonomian keluarga,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR