BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro bersama dua kelompok kerja Yoso Makmur dan Kelompok Mandiri Jaya sejak empat tahun terakhir mengembangkan usaha budidaya susu kambing khas Kota Metro. Hal ini dikatakan Andreas Sahir selaku penyuluh pertanian Kota Metro saat ditemui di Lampung Fair, Sabtu (27/4/2019).

Andreas mengatakan, awal mula adanya usaha susu kambing Metro dilakukan kelompok kerja Yoso Makmur sekitar 4 tahun yang lalu. Karena dinilai ada kemajuan dan permintaan dari masyarakat akan susu kambing Metro, kelompok kerja lain pun muncul seperti Mandiri Jaya Bersama. "Jadi di Metro sekarang sudah ada dua kelompok yang menjalani usaha susu kambing, hasil dari pengembangan usaha susu ini sudah dipasarkan dan dinikmati masyarakat Metro," kata Andreas kepada Lampost.co.



Masing-masing kelompok lanjut Andreas, ada sekitar 10 hingga 15 pekerja yang menekuni budidaya peternakan kambing yang diambil susunya untuk diproduksi hingga dipasarkan ke masyarakat Metro. " Kalau jumlah kambingnya ada sekitar 40 sampai 80 ekor yang terus dikembangkan sampai sekarang," kata dia.

Disinggung mengenai jenis kambing apa yang dikembangkan dua kelompok kerja yang ada di Kota Metro saat ini, Address menjelaskan jika kambing yang dibudidayakan masyarakat adalah jenis kambing peranakan dari kambing etawa. "Mereka mengambil bibit kambing dari pulau Jawa, kalau pun ada kambing dari Lampung jenis ini mereka mengambilnya bibit yang bagus," kata Andreas.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR