BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah Kota Bandar Lampung rencananya akan kembali menyalurkan dana insentif selama tiga bulan bagi RT, kepala lingkungan, babinsa, dan bhabinkamtibmas dengan anggaran senilai Rp10,5 miliar bersumber dari APBD tahun 2017 pada Rabu (27/12).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandar Lampung, Trisno Andreas, saat dikonfirmasikan Lampost.co, mengatakan dana sebesar Rp10,5 miliar ini digunakan untuk membayar insentif bulan Agustus, September, dan Oktober 2017. Terakhir Pemkot membayar dana insentif untuk bulan Juli yang dibayarkan pada bulan Oktober. “Kami bayarkan tiap tiga bulan, jadi sudah terbayar 10 bulan. Untuk RT dan kepala lingkungan Rp1 juta per bulan, kalau babinsa dan bhabinkamtibmas Rp1,5 juta/orang/bulan,” kata dia, Selasa (26/12/2017).
Insentif ini akan dibagikan kepada 2.775 RT, 287 kepala lingkungan, 126 babinsa, dan 126 bhabinkamtibmas di gedung semergou pemkot setempat hari ini pkl 09.00 WIB yang terbagi dalam tiga termin.
Saat ditanyakan sumber dana tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil pemprov Lampung, Trisno membantahnya. “tidak dari situ (DBH). insentif RT diproses dari APBD. Tapi DBH kami sampai saat ini belum dibayarkan pemprov. Sementara Kabupaten dan kota lain sudah. Hanya pemkot yang belum. Ada apa ya kok begitu. Kebijakannya seperti sengaja membuat pemkot kesusahan,” kata dia.
Tak hanya berdiam diri saja menunggu kepastian pencairan, pemkot telah meminta bantuan kejaksaan negeri Bandar Lampung untuk pendampingan mediasi ke pemprov Lampung terkait DBH. “kami sudah minta dari kejari Bandar Lampung, nanti Asdatunnya yang akan membantu memediasi,” jelas  Trisno.
Sebelumnya Kejari Bandar Lampung sebagai pendampingan jaksa pengacara negara telah membantu Pemkot Bandar Lampung sebagai fasilitator salah satunya membantu penarikan PBB beberapa waktu lalu. Kepala BPPRD Bandar Lampung yanwardi membenarkan hal tersebut. “Iya penarikan PBB juga Kejaksaan telah berhasil membantu Pemkot dalam pendampingan dengan nilai Rp2 Miliar," kata Yanwardi.
Ia mengatakan saat itu bidang Datun yang bantu mendampingi dan menanganinya. "Bidang Datun yang membawahi masalah ini yang akan mendampingi pemkot," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR