WAY KANAN (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Way Kanan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank Indonesia tentang program pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan komoditas kopi, di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Jumat (18/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Bupati Kabupaten Way Kanan, Raden Adipati Surya, menjelaskan bahwa Pemkab Way Kanan sangat menyambut baik dengan adanya penandatanganan kerjasama dengan Bank Indonesia tentang program pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan komoditas kopi.



Menurutnya, pertanian merupakan penopang utama perekonomian di Kabupaten Way Kanan, dimana pada tahun 2016 penduduk yang bekerja pada sektor pertanian sebesar 74,8 persen yang memberi kontribusi terbesar terhadap PDRB atas dasar harga berlaku yaitu sebesar 37,19 persen.

Dari kontribusi sebesar 37,19 persen tersebut, sub kategori tanaman perkebunan menyumbang sebesar 13,23 persen dengan laju pertumbuhan tanaman perkebunan sebesar 3,18 persen. Sementara itu dari berbagai sumber kajian teknis terhadap  potensi sumber daya alam, yang meliputi demografi, geografi, topografi, dan hidrologi, telah mengisyaratkan bahwa  pengembangan berbagai produk perkebunan menjadi pilihan utama yang prospektif.

Bertitik tolak dari itu, dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan periode 2016-2021 dengan visi 'Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021', dalam arti maju menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Way Kanan yang tinggi dan berdaya saing menunjukkan kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lainnya dalam memanfaatkan potensi daerah.

Oleh karena itu, kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah pengembangan komoditas perkebunan unggulan yang di fokus pada komoditas perkebunan yang paling menguntungkan untuk diusahakan atau dikembangkan pada suatu daerah.  Salah satu komoditas perkebunan unggulan adalah kopi robusta, dimana kopi robusta dari Way Kanan merupakan salah satu bagian kopi robusta Lampung, dan  Masyarakat Indikasi Geografis Kopi Robusta Lampung (MIG-KRL) telah mengajukan perlindungan indikasi geografis.

Kopi Robusta di Kabupaten Way Kanan diberikan Brand Daerah dengan sebutan kopi putri malu (Tumbuh di sekitar air terjun Putri Malu). Kawasan pengembangan kopi di Kabupaten Way Kanan difokuskan di Kecamatan Banjit, Kecamatan Kasui dan Kecamatan Rebang Tangkas.

"Saya mengharapkan Sinergitas dan dukungan seluruh Stakeholder dan SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Khususnya instansi terkait bersama-sama fokus memajukan daya saing komoditas kopi robusta Way Kanan melalui kewenangan yang ada di unit kerja masing-masing baik yang menangani dari hulu maupun di bagian hilir," ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR