MENGGALA (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang lepas tangan soal jumlah timbangan yang tidak sesuai saat pelaksanaan operasi pasar bawang putih di Pasar Putri Agung Menggala, Selasa (14/5/2019).

Warga bahkan mengungkapkan rasa kekeselannya dengan mengembalikan lagi bawang putih yang sudah dibeli.



Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulangbawang Raden Mansus mengatakan,operasi pasar bertujuan untuk menekan harga bawang putih ditingkat pasaran. Terkait keluhan warga, karena timbangan yang tidak sesuai. Raden mengaku, itu sudah kewenangan penyelenggara operasi pasar, karena pihaknya hanya sebagai penyedia lokasi operasi pasar "Soal takaran itu sudah jadi tanggung jawab pengelola," kata Raden Mansus, ditemui di lokasi operasi pasar, Selasa (14/5/2019).

Raden menjelaskan, jumlah timbangan yang tidak sesuai diduga karena mengalami penyusutan. "Itu banyak faktor. Pertama bisa saja terjadi penyusutan, karena barang ini dari Jakarta. Kedua, faktor timbangan itu sendiri. Enggak semua karung terjadi penyusutan," kata Raden.

Sementara itu Nyoman, pengelola operasi pasar (OP) yang ditunjuk PT Tunas Maju asal Jakarta mengaku tidak mengetahui secara pasti soal terjadinya penyusutan berat bawang putih di tiap karung.

Dia hanya mendapatkan mandat dari perusahaan untuk menjual 350 karung berisi bawang putih dengan total berat 7 ton. "Saya cuman tugas suruh jual aja disini," kata Nyoman.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR