KOTA AGUNG (Lampost.co)-- Pemkab Tanggamus berharap kebijakan pemerintah pusat dalam mengimpor kopi dari luar negeri tidak akan memengaruhi harga jual komoditas tersebut, khususnya di tingkat petani, Kamis (25/7/2019).
Sekkab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis mengatakan bahwa Pemkab Tanggamus di bawah kepemimpinan Bupati Tanggamus Deei Handajani mulai melaksanakan gerakan meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten setempat.
Salah satunya adalah komoditas kopi yang hasil produksinya cukup melimpah di Tanggamus. Baik itu kopi organik maupun nonorganik, hal ini ditambah dengan adanya kopi luwak yang saat ini trend di masyarakat. Bahkan, kopi Tanggamus sudah di ekspor keluar negeri bekerja sama dengan Nestle.
Pemerintah daerah akan menopang sebisa mungkin agar kualitas dan harga jual kopi Tanggamus semakin di kenal oleh masyarakat luas.
"Dengan demikian kami pemerintah daerah berharap adanya sinergi pemerintah pusat dalam membantu petani agar kesejahteraan terus meningkat," ujarnya.
Peningkatan UMKM ini merupakan salah satu prioritas unggulan dari 55 program Asik Bupati Tanggamus. "Semoga kalau memang kebijakan impor kopi ini, tidak akan mempengaruhi harga kopi diseluruh kabupaten/kota," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR