PRINGSEWU (Lampost.co)--Pelaksanaan transaksi nontunai di Pemkab Pringsewu akan terus dilakukan penyesuaian, kata Kabid Pembendaharaan BPKAD Kabupaten Pringsewu Sigit Triwidianto, di ruang kerjanya, Selasa (27/3/2018).
Pelaksanaan transaksi nontunai sebenarnya berdasarkan Impres No.10 tahun 2016, tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2016 dan 2017. Kemudian surat edaran Mendagri no. 910/1867/SJ tanggal 17 Aprik 2017 tentang implementasi transaksi non tunai pada pemerintah kabupaten/kota.
Sigit menambahkan karena belum terbiasanya aparatur kita melaksanakan transaksi tunai, segingga pola baru ini dianggap menghambat. Oleh karena itulah untuk memperlancar proses, pemkab Pringsewu mengeluarkan Perbup No. 1 tahun 2018.
Dia menambahkan di dalam Perbup No 1 tahun 2018. Bab IV pasal 6 aya 8 berbunyi "Dalam kondis khusus kegiatan-kegiatan yang melibatkan pihak ketiga dan pembayarannya tidak tetap/rutin maka dapat di lakukan transaksi tunai sepanjang besaranya tidak lebih dari Rp500.000/orang/penerima.
Sigit menambahkan ternyata pasal ini dianggap memperlambat kegiatan pemerintah karena tarik tunai hanya Rp500.000/orang/penerima, sedangkan untuk beli token listrik kantor saja bisa lebih Rp500.000. "Akhirnya pasal ini direvisi untuk menyesuaikan kebutuhan kegiatan pemerintahan," ungkapnya.
Dia menambahkan perubahan revisi atas bab IV, pasal 6 ayat 8 berubah menjadi: "Pada kondisi tertentu kegiatan belanja yang belum bisa dilakukan transaksi nontunai dapat dilakukan transaksi tunai dengan melapirkan keterangan tertulis oleh PPTK yang disetujui oleh pejabat penatausahaan keuangan.
Kabid Pembendaharaan BPKAD menyatakan sebenarnya bayak manfaat yang bisa kita peroleh dengan melaksanakan transaksi nontunai: mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, mencegah peredaran uang palsu, menghemat pengeluaran negara, menekan inflasi, mencegah transaksi illegal (korupsi), meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian dan mewujudkan tertib administrasi pengelolaan kas.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR