PRINGSEWU (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Pringsewu bersama BPJS Kesehatan menandatangani Kesepakatan Bersama Universal Health Coverage (UHC). Penandatanganan yang dilakukan Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala BPJS Cabang Bandar Lampung Johana di aula utama kantor Pemkab Pringsewu, Kamis (10/8/2017), bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu bertekad dan terus berupaya agar program UHC dapat berjalan sukses sebagaimana yang diharapkan, diantaranya dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, baik fasilitas sarana prasarana, SDM maupun faktor pendukung lainnya.



Menurutnya, UHC menuntut upaya pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat disamping kesiapan lapangan yang merupakan kunci yang harus disiapkan untuk mendukung UHC ini. Kesiapan dimaksud meliputi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, aksesibilitas, organisasi BPJS di daerah, serta tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
"Saya berharap melalui penandatanganan kesepakatan ini, dapat meningkatkan kerjasama, serta  komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan BPJS, sehingga tercapainya Universal Health Coverage pada 1 Januari 2019 dapat terwujud di Kabupaten Pringsewu," harapnya.

Ia juga meminta seluruh stakeholder, termasuk para tokoh agama dan ulama agar dapat turut menyosialisasikan dan menyampaikan pula melalui pengajian dan kotbah Jumat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung, Benjamin Saut mengatakan penandatanganan kesepakatan ini merupakan yang pertama di Provinsi Lampung.

"BPJS berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan Saut, saat ini kepesertaan BPJS secara nasional mencapai 180 juta (71 %). Ia juga menginginkan ada sinergi antara BPJS dengan pemerintah daerah maupun institusi lainnya, termasuk perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan karyawan.
"Saya ingin informasikan bahwa selain untuk memberikan saran dan masukan, call center 1500 400 juga bisa untuk pendaftaran," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR