PRINGSEWU (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar rapat persiapan seminar dan lokakarya mengenai Implementasi Peradilan Anak Terpadu bagi para aparatur penegak hukum dan  para pelajar. Serta membentuk uk forum komunikasi dari para stakeholder yang mengawal sistem peradilan pidana anak.

Rapat dipimpin Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi, didampingi Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Diah Sulastri Dewi, dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Andi Wijaya, Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung Ardhi Wijayanto, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran aparatur penegak hukum, Rabu (24/4/2019).



Wakil Bupati mengatakan anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang secara layak dan memperoleh perlindungan oleh negara.
Maraknya anak-anak yang berhadapan dengan hukum akhir-akhir ini, kata Fauzi, tentunya mengundang keprihatinan semua pihak. “Anak-anak  yang berhadapan dengan hukum dan juga anak yang menjadi korban tindak pidana hukum harus mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, penanganannya pun harus dilakukan secermat mungkin, guna kepentingan yang terbaik bagi anak itu sendiri. Dan, inilah salah satu yang mendasari rencana digelarnya seminar tersebut nanti,” katanya.

Fauzi berharap melalui seminar ini dapat mengantisipasi sekaligus menimalisir terjadinya praktek bullying di kalangan pelajar serta tindak kekerasan terhadap anak-anak.

Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang mengatakan proses peradilan anak,  mulai dari penyidikan, penuntutan sampai dengan persidangan perlu memperhatikan kondisi anak. “Dalam sistem peradilan pidana anak ini, ditekankan menggunakan pendekatan restoratif, dan semata-mata untuk kepentingan terbaik anak, baik secara fisik maupun psikologis,” katanya. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR