KRUI (Lampost.co)--Pemkab Pesisir Barat menyalurkan santunan kematian kepada ahli waris warga yang meninggal dunia di kabupaten itu dalam kurun waktu tahun 2017, Jumat (22/12/2017), di ruang OR kantor bupati setempat. 
Hadir pada acara tersebut sekretaris daerah, pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pelaksana di lingkungan pemerintah kabupaten pesisir barat, para camat dan peratin , para ahli waris penerima santunan kematian.
Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, mengatakan sesuai amanat  peraturan bupati nomor 16 tahun 2017 tentang Pemberian Santunan Kematian bagi masyarakat di kabupaten Pesisir Barat sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan pelayanan serta meringankan beban ahli waris bagi yang meninggal dunia kepada masyarakat kabupaten pesisir barat yang anggota keluarganya meninggal dunia tahun 2017, maka pemerintah Pesisir Barat memberikan santunan kematian.

Santunan kematian bagi masyarakat Pesisir Barat ini sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah untuk membantu meringankan kehidupan keluarga yang telah meninggal dunia.
Namun untuk warga yang meninggal dunia karena bunuh diri atau melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukuman mati sebagai akibat putusan pengadilan, melakukan kejahatan atau perbuatan pidana, menggunakan obat-obat terlarang berupa narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dan anggota keluarga yang tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan, maka Pemkab tidak memberikan  santunan kematian. 
Jumlah santunan yang diberikan sejak Januari hingg Desember 2017, ada  519 jiwa rinciannya: Kecamatan Lemong 48 orang, Krui Selatan (60), Pesisir Utara (48), Way krui (49), Pesisir Tengah (57), Ngambur (44), Karyapenggawa (81), Bangkunat (4), Pesisir Selatan (121), Pulau Pisang (7). . Santunan kematian diberikan sebesar Rp1.000.000 per orang yang meninggal dunia dan diberikan kepada ahli waris yang bersangkutan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR