KRUI (Lampost.co) -- Terkait rencana pengosongan lahan segitiga yang berada di pinggir jalan lintas Barat, Pasar Minggu, Pekon Negeriratu, Ngambur, yang rencananya akan dibangun Pemkab Pesisir Barat menjadi taman kota, hingga kini masih dalam proses pembebasan.

Ketua Komisi I DPRD Pesisir Barat, Towil, saat dihubungi, Jumat (11/5/2018, meminta agar pemkab dan masyarakat dapat duduk bersama mencari jalan keluar dalam persoalan yang timbul.



"Semua itu masyarakat kita, dapat duduk bersama. Masyarakat ada rasa keadilan. Mereka itu memang bukan pemilik tanah, tetapi pemilik bangunan diatas tanah itu," kata Towil.

Dikhawatirkan tanpa perundingan, kata Towil, maka dapat timbul masalah. "Yang jelas pemkab harus mendengar aspirasi warga. Mencari tahu apa keinginan mereka. Setelah itu, baru bisa menentukan apa yang dikerjakan," kata politisi Partai Demokrat ini.

Camat Ngambur, Kiprawi, Jumat (11/5/2018), mengatakan sampai saat ini belum ada kesimpulan. "Ini kami baru akan melakukan mediasi antara pemkab, masyarakat dan uspida. Saya sekarang masih menunggu mereka datang ke kantor Camat Ngambur untuk membicarakan hal ini," kata Kiprawi.

Ia mengatakan ada 18 orang pemilik bangunan diatas lokasi tanah dengan luas sekitar 1/4 hektare yang akan dibuat taman kota oleh Pemkab Pesisir Barat tersebut. "Pemkab akan buat taman air mancur. Bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan umum," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR