KALIANDA (Lampost.co) -- Bergulirnya Dana Desa (DD) sejak tahun 2015 hingga sekarang,Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lamsel, menilai membawa dampak positif bagi pembangunan khususnya di sektor infrastruktur jalan di setiap desa.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pemeberdayaan Desa DPMD Lamsel, Khairulloh Adam saat dihubungi Lampost.co, Kamis (9/8/2018). Dia mengaku dengan ada perguliran dana desa membawa peningkatan pembangunan infrastruktur di desa.



"Sejak dana desa digulirkan, banyak perubahan yang ada disetiap desa. Mulai dari pembangunan jalan hingga tunjangan dan insentif bagi aparatur desa. Jelas berdampak positif untuk pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat," kata dia.

Menurutnya, ada tiga pembangunan jalan yang menjadi prioritas yang dilaksanakan setiap desa, yakni Pembangunan jalan berupa cor beton, paving block dan hotmix. Adapun total panjang jalan selama 2017 cor beton sepanjang 168 kilometer, Paving block 80 km, dan hotmix serta lapen 87 km.
 

"Untuk data total panjang jalan yang dibangun sejak 2015, saya engga tau, mas. Soalnya saya baru menjadi Kabid sejak 2017. Yang jelas, dari 2017 saja ada pembangunan jalan sepanjang 335 km yang dikerjakan. Belum pembangunan sejak 2015 hingga 2016," kata dia.

Disisi lain, kata Khoirul, dengan adanya dana desa saat ini kesejahteraan aparatur desa hingga tingkatan RT sudah terjamin. Sebab, sebelum tunjangan hingga insentif tidak ada sama sekali. "Kalau dulu Kepala Dusun hingga RT tidak ada insentif. Termasuk BPD dan LPM dan lainnya. Ya, memang tidak begitu besar, tapi kan dulu tidak ada, dan sekarang ada," katanya.

Dia menambahkan tahun ini ada program padat karya atau hari orang kerja (HOK) membuat realisasi DD dapat menambah sektor pendapatan masyarakat. Ini karena, seluruh aktivitas pembangunan di desa setempat melibatkan seluruh masyarakat.

"Artinya, masyarakat bekerja membangun jalan dan digaji dari sana. Dengan begitu, menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, kata Khoirul, sebagian besar ada peningkatan di sektor perekonomian. Dimana, desa memiliki Badan Usaha Desa (BUMDes) yang kini masih berjalan. "Tiap tahunnya desa menganggarkan untuk modal BUMDes. Dimana, desa membentuk unit usaha sesuai dengan kebutuhan di desa," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR