KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan masih belum mengizinkan PT San Xiong Steel Indonesia (SXSI) untuk melakukan aktivitas sebelum menandatangani surat pernyataan memenuhi kewajibannya tentang perizinan, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan dan hak pekerja.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Lamsel Mulyadi Saleh, Selasa (20/2/2018), dalam pertemuan dengan Perusahaan peleburan besi dan buruh, di ruang Wakil Bupati setempat.
Menurut Nanang, meskipun pihak perusahaan telah menyanggupi surat pernyataan tersebut, namun, perusahaan belum boleh melakukan aktivitas.
"Hasil pertemuan tadi, pihak PT San Xiong Steel Indonesia sudah sepakat ingin memenuhi kewajibanya baik kepada Pemkab Lamsel maupun hak-hak buruh. Tapi, tidak serta merta perusahaan langsung beraktivitas," ujar dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, draf surat pernyataan yang akan harus lebih dahulu ditandatangani oleh pihak perusahaan isinya antara lain pihak perusahaan siap bertanggung jawab penuh terhadap kasus kecelakaan kerja di PT San Xiong Steel Indonesia, akan segera memperbaiki manajemen sistem keselamatan, kesehatan kerja (K3), akan memperbaharui segala perizinanan di PT San Xiong Steel Indonesia, akan segera memperbaiki sistem pembuangan CO2, akan memperbaiki sistem sefty karyawan sesuai standar SNI dan membuat kesepakatan kerja untuk memakai sefty dan akan memberikan santunan kepada setiap karyawan yang mengalami kecelakaan kerja sesuai kemampuan perusahaan yakni luka berat Rp4,3 juta, luka sedang Rp2,2 juta dan ringan sebesar Rp1,1 juta.
Lalu, perusahaan juga siap memberikan cuti tahunan dan perusahaan akan memberikan sanksi tegas kepada pekerja jika tidak memenuhi aturan perusahaan.
Rencananya draf surat pernyataan tersebut akan ditandatangani oleh Direktur Utama PT San Xiong Steel Indonesia, Xue Huaiguang pada Rabu (21/2) besok.
Sementara itu, Direktur Utama PT San Xiong Steel Indonesia Xue Huaiguang, usai pertemuan itu enggan memberikan keterangan kepada awak media. Bahkan yang bersangkutan bersikap bungkam.
Dilain pihak, HRD PT San Xiong Steel Indonesia Matala Clara dan salah seorang pemilik saham diperusahaan peleburan besi tersebut, menyatakan pihak perusahaan siap memenuhi surat pernyataan tersebut.
"Kami siap, jika tidak ada halangan Rabu (21/2), surat pernyataan tersebut akan kita tandatangani," tegasnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR